Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : petugas menunjukan gambar tersangka beserta barang bukti (san)

Sidoarjo-Memo. Banyak cara pelaku kejahatan untuk bisa meraup uang demi kepentingan dirinya. Seperti yang terjadi kali ini, pelaku dengan modus operandi menjual tanah kavling seluas 6x12 m2, per Unit dengan lokasi tanah yang ditawarkan yakni di Desa Kepunten Kecamatan Tulangan Sidoarjo. Dengan cara menyebar brosur  pemasaran, juga penawaran melalui media online (OXL) serta untuk lebih meyakinkan para korbannya, pelaku membuka kantor pemasaran di Jalan Raya Kemanten, Kecamatan Tulangan Sidiarjo.

Pelaku kepada calon korbannya berdalih, bahwa tanah yang dipasarkan tersebut miliknya, akan tetapi faktanya, tanah tersebut adalah tanah milik petani Gogol Desa Kepunten dan belum pernah dilakukan pembelian, namun sudah dipasarkan atau dijual belikan.

Kajadian tersebut diatas dilakukan oleh tersangka berinisial WS (34th) warga Jalan Wadung Asri Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Pada sekitar Bulan Januari 2016. Pelaku memasarkan tanah yang diketahui bukan miliknya tersebut, dan menawarkan seharga Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Limah Juta) per Unit dengan luas 6X12 m2 ditawarkan  dengancara kridit, berjalannya waktu banyak masyarakat yang tertarik untuk membeli. Anehnya, dalam Surat Perjanjian Jual Tanah Kavling tersebut dengan nomor  yang sama semua antara pembeli pertama dan pembeli lainya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Much Anwar Nasir, melalui Kabag Humas AKP Samsul Hadi membenarkan akan kejadian tersebut. Pihaknya menetapkan WS sebagai tersangka. "pelaku kini sudah kami tetapkan sebagai tersangka, dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Sidoarjo." tegas, Samsul pada media, pada hari Kamis tanggal (16/03).

Ada 120 orang yang menjadi korban atas perkara penipuan ini, dengan jumlah kerugian total sebesar Rp. 5 Miliyar. 
Sementara Barang Bukti yang berhasil diamankan oleh petugas berupa, a. 1lembar kwitansi yang isinya "booking fee tanah kavling Kepunten Blok C-2-37/38 Tulangan Sidoarjo" tanda tangan DY, b. 1lembar kwitansi yang isinya " Dp tanah kavling rakyat Kapunten Blok C2 No.37 dan Blok C2 No.38 dengan tanda tangan Ayu Eko Musfika Sari, c. 1lembar kwitansi yang isinya "Angsuran 1 tanah kavling, dan beberapa barang bukti lainnya yang memperkuat bahwa tersangka telah melakukan penipuan dan penggelapan.

Lebih lanjut AKP Samsul Hadi menambahkan, "tersangka WS diduga keras telah melanggar tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP." terangnya. (ss/kmd/rif)

Posting Komentar