Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Sidoarjo-Memo. Sejumlah pasar tradisional di Sidoarjo saat ini juga menjadi incaran tim saber pungli pasca dilakukannya OTT. Dugaan terjadinya penyimpangan penarikan retribusi pasar juga diduga terjadi di sejumlah pasar tradisional lainnya yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Saat ini, petugas kepolisian terus melakukan pengembangan pasca dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga pejabat Pasar Porong. Sebab, disinyalir kasus serupa juga terjadi di beberapa pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Di Pasar Larangan, misalnya. Pasar yang berlokasi di Kecamatan Candi dengan 2.837 pedagang itu, setiap harinya menyetor hasil restribusi sebesar Rp 5 juta ke kas daerah. Besar setoran itu berbanding terbalik dengan hasil yang didapat dari penarikan retribusi kepada para pedagang yang setiap harinya ternyata jauh di atas Rp 5 juta.

Kepala UPTD Pasar Larangan, Sutatiyo, mengakui besar setoran ke kas daerah Rp 5 juta atau persisnya Rp 5.083.000 setiap harinya. Jumlah setoran sebesar itu, diperoleh dari penarikan restribusi kepada para pedagang sekali dalam satu hari. 

"Kita lakukan penarikan restribusi kepada para pedagang satu kali  setiap harinya. Itupun, sesuai dengan letak para pedagang berjualan di lapak, kios atau di los," paparnya, hari Kamis (30/3).

Ironisnya, keterangan Sutatiyo soal penarikan retribusi satu kali untuk setiap harinya itu, sempat disangkal beberapa pedagang. Seorang pedagang di pasar itu menyebutkan, dirinya dan banyak pedagang lainnya membayar restribusi berbeda-beda yang disesuai dengan tempat berjualan. Dikatakan pula, penarikan restribusi dilakukan dua kali dalam sehari. 

"Petugas pasar biasanya menarik restribusi dua kali sehari, setiap pagi dan sore," terang, Adi salah satu pedagang Pasar Larangan.

Hal senada disampaikan sejumlah pedagang Zabaida dan Ngatimah. Keduanya juga mengaku ditarik setiap harinya berbeda-beda yang disesuaikan dengan tempat mereka berjualan. Penarikannya pun dilakukan dua kali, yakni pagi dan sore. 

Perlu diketahui, jumlah pedagang Pasar Larangan Sidoarjo yang terdiri atas pedagang lapak 254 lapak, 252 kios, bangunan stan 70 buah dan 2.261 los. Dengan restribusi sebesar Rp 3 ribu setiap harinya untuk pedagang yang menempati lapak, kios sebesar Rp 5 ribu/hari, toko/stan Rp 15 ribu/hari sedangkan los sebesar Rp 3.500/hari, sehingga dalam satu hari pendapatan dari penarikan restribusi pedagang mencapai Rp.10.985.000.

Jumlah capaian itu dengan rincian untuk lapak 254 buah restribusi per hari  Rp 3.000 sebesar Rp 762.000, kios 252 buah restribusi per hari Rp. 5.000 sebesar Rp 1.260.000, toko/stan yang ada bangunan 70 unit  per hari Rp. 15.000 sebesar Rp 1.050.000, los 2.261 buah  per hari Rp. 3.500 sebesar Rp.7.913.500. Dengan gambaran ini besar dugaan tradisi Pungutan Liar (Pungli) sudah merabah ketempat lainya. (ss/rif)

Posting Komentar