Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Malang-Memo. Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana. S.Ip berikan pengarahan pada acara, Kuliah Umum dan Pelepasan Mahasiswa STPP (Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian) Malang. Pendampingan Upsus Panjale (Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai) dan Siwab (Sapi Induk Wajib Bunting), Propinsi Jawa Timur Tahun 2017.
 
Sebanyak 320 Mahasiswa bertempat di Sasana Giri Sabha Ir. H. Syamsuddin Abbas STPP Malang, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari. Rabu (1/3/2017). 
STPP mempunyai putra putri terbaik dari seluruh propinsi di Indonesia yang siap bekerja di lapangan, dan siap menjadi pendamping dalam mendukung program pemerintah. 

Guna peningkatan swasembada pangan yang bekerja sama dengan pihak TNI serta siap mendampingi para Babinsa, dilepas Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal I Made Sukadana S.ip, didampingi Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Arm Budi Eko Mulyono. S.sos.,MM, dan Kepala Staf Kodim 0818 wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu Mayor Inf Bambang. 
    
Dalam pengarahannya, Pangdam V Brawijaya menyampaikan tentang perlunya kita mendukung dalam peningkatan swasembada pangan terkait tugas para Taruna. Pertumbuhan penduduk dunia dalam 6 tahun bertambah 1 Milyar dan pada 2011 menemui titik kritis, sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan pangan. 

Prediksi Tahun 2039 bahwa 11,6 Milyar penduduk dunia, dengan rincian 9,2 Milyar jiwa di daerah Non Equator sehingga menimbulkan konflik terhadap pangan, air dan energi. Secara geografis dan kesuburan tanah Indonesia adalah berkah dan semua Negara ingin menguasai Sumber Daya Alam Indonesia. 
    
Selain memberikan wawasan tantang peningkatan ketahanan pangan, Pangdam V Brawijaya juga memberikan Wawasan kebangsaan tentang NKRI harga mati, "TNI adalah benteng terakhir NKRI, merupakan bermacam macam suku dan merupakan cerminan Bangsa Indonesia yang bertugas mempertahankan NKRI," tegasnya. (rif/spd)

Posting Komentar