Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Tiga pelaku diapit petugas

Sidoarjo-Memo.Dalam operasi Tumpas Narkoba 2017 kali ini satuan unit Reserse Kriminal Polsek Krembung berhasil meringkus 3 tersangka pengedar pil koplo atau pil doble L ketiga pengedar dan pengguna tersebut, yakni Jhoni Handoko (38th) warga Desa Wates RT 01 RW 08 Kecamatan Ngoro,Mojokerto, Hengky Purnomo (23th) warga Dusun Wates RT.04 RW.02 Desa Kedensari Tanggulangin,dan Anjas Asmara (41th) warga Desa Kaliampuh RT.10 RW.03,Kecamatan Candi Sidoarjo. Kini Ketiganya dijebloskan ke sel tahanan setelah kedapatan membawa pil koplo double L sebanyak 4.950 butir. Senin (6/3)

Kapolsek Krembung AKP Saadun,didampingi Kanit Reskim Ipda Sulasno menjelaskan tiga tersangka,diantaranya dua pengedar dan bandar ini berhasil ditangkap pada Rabu 01 Maret 2017 sekitar pukul 18.00 WIb. Berdasarkan informasi dari masyarakat,bahwa diarea pasar Krembung kerap dipergunakan transaksi pil koplo.

"Setelah melakukan penyelidikan berhasil kita tangkap tersangka pertama atas nama Jhoni Handoko saat melakukan transaksi di depan stand ruko pasar Krembung. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 1 bungkus plastik berisi 80 butir pil koplo  " ungkap, mantan Kanit Reskrim Polsek Kota ini pada media.

Masih Ipda Sulasno menambahkan,  dengan penangkapan tersangka pertama pihaknya melakukan pengembangan dan tidak memakan waktu lama, Tersangka lain atas nama Hengky Purnomo berhasil ditangkap didaerah kawasan Pasar Wisata Tanggulangin. Beserta barang buktinya pil koplo sebanyak 140 butir,yang disimpan pada bungkus rokok dan siap diedarkan.

"Tersangka kedua ini kita tangkap tanpa perlawanan saat sedang di halaman depan toko, " terangnya.

Dari keterangan yang diberikan oleh kedua tersangka ini,akhirnya petugas dapatkan tersangka ketiga yaitu Anjas Asmara berdomisli Dusun Kisik,Desa Gempol,Pasuruan juga berhasil ditangkap anggotanya pada Jumat,3 Maret 2017 di pinggir sungai Dusun Gudeg Desa Gading Krembung.

"Dari Tersangka ketiga berhasil kita amankan pil koplo sebanyak 4730 butir " imbuhnya.

Atas perbuatanya ketiga tersangka yang berhasil ditangkap dijerat dengan,dijerat pasal 196 dan 197 UURI No.36 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Selanjutnya petugas masih melakukan pengembangan lebih dalam lagi guna dikhawatirkan jaringan ini menjalar ke kalangan pelajar diwilayah hukumnya. (ss/rif)

Posting Komentar