Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Surabaya-Memo. Tak seperti yang dibayangkan, dalam hidup berumah tangga maupun bersosialisasi dan berkomunikasi bersama masyarakat di sekelilingnya, para istri prajurit harus memiliki berbagai macam etika dalam menjalani kehidupan tersebut.
     
Memasuki hari ulang tahun yang ke-71, seluruh istri prajurit TNI-AD di jajaran Kodam V/Brawijaya dikumpulkan di Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Kota Surabaya. Kamis, 23 Maret 2017.
      
Dalam kesempatan itu, berbagai macam materi tentang berkomunikasi dan gaya hidup mulai disalurkan oleh masing-masing moderator. Mulai dari segi bahaya narkoba, cara berpikir positif hingga tata cara bermedia sosial (medsos) dengan baik dan benar.
     
Hal itu dikatakan langsung oleh Wakapendam V/Brawijaya, Letnan Kolonel Inf Drs, Heriyadi. M. Si di hadapan seluruh istri  prajurit TNI-AD. Menurutnya, saat ini, medsos cenderung digunakan langsung oleh manusia sebagai alat komunikasi dan mencari informasi.
   
Kendati demikian, kata mantan Dandim Kediri, ia menilai hampir seluruh pengguna medsos sering kali dibingungkan dengan berbagai macam informasi yang belum diketahui letak kebenarannya (hoax).
     
"Hampir semua orang tidak bisa menentukan mana ranah privasi dan mana yang ranah public. Sudah saatnya bagi kita untuk tidak sembarangan dan lebih teratur maupun bijak dalam menggunakan media social," jelas Heriyadi.
     
Ia menambahkan, perkembangan tekhnologi dan informasi saat ini, cenderung lebih banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam membangun suatu jaringan yang dinilai bisa merugikan, hingga menyebabkan beban psikologi bagi para pengguna medsos.
    
"Perkembangan informasi dan tekhnologi saat ini, cenderung dimanfaatkan oleh jaringan narkoba tingkat Nasional maupun Internasional dalam menjalankan bisnisnya, maka dari itu, kita harus lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan medsos," himbau Wakapendam V/Brawijaya.
      
Hal senada juga ditambahkan oleh Letkol Ckm dr. Zainal Alim SpOG. Menurutnya, saat ini Pemerintah menyatakan status darurat narkoba. Pasalnya, barang haram tersebut tak hanya menyerang masyarakat dewasa saja. "Sudah kita lihat faktanya, gimana bahayanya narkoba dan narkotika di Negara kita ini, tidak hanya orang dewasam remaja bahkan anak-anak pun menjadi korban akan peredaran barang haram itu," kata Zainal.
      
Akan tetapi, kata Letkol Ckm dr. Zainal Alim, dirinya menghimbau kepada seluruh Persit yang hadir dalam kegiatan itu, untuk tidak resah dan tidak mudah putus asa dalam menjauhkan keluarganya dari ancaman bahaya narkoba dan narkotika melalui beberapa cara. Menurutnya, pemberian batas dalam pergaulan dan suasana harmonis di lingkungan keluarga dinilai ampuh dalam mengantisipasi ancaman bahaya tersebut.
        
"Ciptakan suasana yang harmonis di dalam keluarga, batasi pergaulan anak anda dan berikan kasih saying yang tulus," paparnya.
  Di sela-sela berlangsungnya acara tersebut, Diah Made Sukadana selaku Ketua sekaligus pembina Persit Kartika Candra Kirana (KCK) Kodam V/Brawijaya menambahkan, seluruh istri prajurit dihimbau untuk senantiasa memberikan dukungan, sekaligus rasa percaya diri kepada para suami dalam menjalankan tugasnya.
   
"Dalam menjalankan tugasnya, ibu-ibu persit wajib memberikan dukungan kepada para suaminya," kata istri Pangdam V/Brawijaya itu.
    
Ia menambahkan, dukungan tersebut dinilai sangat berarti. Sebab, kata Ketua Persit KCK Kodam Brawijaya, hal itu dinilai sangat ampuh dalam menimbulkan rasa percaya diri kepada para suami disaat menjalankan dan mengemban tugasnya sebagai seorang prajurit TNI-AD. "Ciptakan suasana yang harmonis di kalangan keluarga masing-masing," kata istri Jenderal bintang dua di Makodam V/Brawijaya itu. (rif/spd)

Posting Komentar