Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : saat klarifikasi konfrensi pers PC GP Ansor Sidoarjo

Sidoarjo-Memo. Aksi demonstrasi oleh GP Ansor terkait penurunan dari podium penceramah Khalid Basalamah beberapa waktu lalu di Masjid Shalahuddin Perumahan Puri Surya Jaya Gedangan Sidoarjo, menyisahkan banyak tudingan miring di Media Sosial (Medsos) . 

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, H. Riza Ali Faizin, menyayangkan banyaknya isu dan berita hoax yang menuduh GP Ansor Sidoarjo membubarkan majelis ilmu, Ansor merusak masjid dan ada juga berita bawah gereja saja dijaga namun kegiatan ilmu sesama muslim dibubarkan oleh Ansor. Adanya berita miring tersebut diatas, Riza sapaan akrap Ketua PC GP Ansor Sidoarjo mengklarifikasi dalam konfrensi pers kemarin.

"Ada pihak yang sengaja menyebarkan berita yang tidak sebenarnya atau hoax, mendramatisir bahkan keluar dari konteks kejadian dengan tujuan menjelekkan kelompok lain (Ansor red) dan mengambil simpati di masyarakat," ungkap Riza, Senin ( 6/3/2017).

Hari ini, kata Riza , PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo mengklarifikasi dan menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya terjadi di Masjid Shalahuddin di Perumaham Puri Surya Jaya Gedangan. Bahwa yang ditolak GP Ansor Sidoarjo bukanlah majelis ilmunya, tetapi ceramah Khalid Basalamah.

"Buktinya setelah Khalid Basalamah turun diganti ustadz lain kita tidak mempermasalah kan dan pengajian dilanjutkan kok sampai selesai," katanya.

Lebih jauh Riza memaparkan jika pada saat dilakukan mediasi oleh Kapolresta Sidoarjo, Kombespol M Anwar Nasir, antara MWC NU, Ansor, panitia dan pengurus masjid. Kapolresta meminta bukti rekaman atau contoh ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovokasi dan rentan menimbulkan konflik, dan di lokasi, Ansor sudah menyiapkan 3-video bagaimana Khalid Basalamah menelanjangi ajaran lain, menyalahkan aliran lain tanpa memahami duduk permasalahan, mensyirikkan tanpa perbandingan dalil keagamaan.

"Kami bukan mempermasalahkan perbedaan madzhabnya tapi bagaimana menghargai perbedaan. Ansor dan NU sudah terbiasa berbeda faham dengan Muhammadiyah dan aliran lain yang seiman bahkan dengan agama lain. Namun tidak ada provokasi dan tetap hidup dengan rukun dan damai. Dan yang kami garis bawahi isi ceramah Khalid Basalamah itu provokatif dan menebar kebencian, itu yang kami tolak" paparnya setelah membacakan klarifikasi di Kantor PC GP Ansor Jalan KH Mukmin Sidoarjo.

Riza menambahkan, jika saat mediasi dengan Kapolresta Sidoarjo, panitia menyatakan bahwa yang ceramah bukan Khalid Basalamah melainkan CD rekaman, padahal anggota Ansor mengetahui bahwa yang berceramah adalah asli Kholid Basalamah, maka Ansor merasa dibohongi, dan tetap sabar. Saat itu, Ansor masih tetap pada koridor negoisasi dan percaya pada pihak kepolisian.

"Yang kami sayangkan berita yang beredar di media sosial, bahwa Ansor melakukan pembubaran dan bentrok bahkan merusak masjid. Masyallah tidak ada satupun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori anggota GP Ansor Banser NU," tuturnya.

Saat Ansor Banser mau pulang tiba tiba ada laporan Ketua PAC Ansor Tulangan Zaini, dipukul Taufiqurrahman jamaah pegajian asal Kamal Bangkalan Madura. Dan pemukulnya saat itu diamankan polisi. "Ketua PAC Tulangan tidak melawan atas pemukulan itu. Bahkan di Mapolsek Gedangan Zaini memaafkannya kerena islam yang diajarkan para pendiri NU adalah islam yang ramah. Atas nama ukhuwah islamiyah pelaku yang mengaku warga Kamal Bangkalan dimaafkan," ungkap pria yang kesehariannya sebagai pendidik itu.

Lebih jauh Riza menjelaskan, selain melakukan penolakan terhadap penceramah Khalid Basalamah, PC GP Ansor Kab. Sidoarjo juga meminta untuk melakukan tabayyun, berdialog dan berbagi ilmu dengan Khalid Basalamah, untuk tujuan menjaga tradisi keilmuan sekaligus ingin menghilangkan kesalahfahaman. Namun permintaan ditengah negoisasi itu tidak kesampaian kerena kita konsentrasi atas hasil kesepakatan (MoU) untuk mendinginkan suasana.

"Ansor berharap,  mudah-mudahan kedepan cita-cita mempertemukan antara Khalid Basalamah dengan Kyai NU di Sidoarjo atau lainnya, bisa terselenggara," harapnya.

"Seperti dibeberapa media sosial (Medsos) dan lainnya bahwa beliau (Kholid Basalamah red) ini, isi pengajiannya mengandung provokatif dan menjelekan aliran yang lain. Ini yang tidak kita inginkan. Terkait pengajian ini kami tidak masalah, karena pengajian ini pengajian rutinan dan kami sepakat,"tegasnya. 

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, aksi penolakan oleh GP Ansor beberapa waktu lalu atas penceramah Khalid Basalamah, karena dianggap isi dari dakwanya mengandung provokatif dan menjelekan aliran lain. Dan dianggap bisa menimbulkan perpecahan antar ummat. (ss/rif)

Posting Komentar