Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Sidoarjo-Memo. Deputi Bidang Hukum dan HAM Kemenko Polhukam apresiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo menjadi percontohan terbaik dalam Penanganan Perkara Terpadu.

Berdasarkan surat yang masuk ke Kantor Kejari Sidoarjo dari Kejati Jatim (Kejati) disebutkan, Kejari Sidoarjo ditunjuk sebagai Proyek Percontohan Tindak Lanjut Nota Kesepahaman dan Pedoman Kerja Bersama tentang Pengembangan Sistem Database Penanganan Perkara Tindak Pidana Secara Terpadu Berbasis Teknologi Informasi, Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM, Kemenko Polhukam.

Berikut Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo M Sunarto saat dikonfirmasi,
"Yang menjadi proyek percontohan ini semuanya. Ada Kejari, Polresta, Pengadilan Negeri dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Sidoarjo," paparnya, pada media Kamis (30/3).

Rencananya, teknologi informasi itu bakal terkoneksi dengan 4 lembaga yang dijadikan proyek percontohan penanganan perkara terpadu. Jika softwarenya disiapkan maka masyarakat bisa tinggal klik semua perkara bakal terkoneksi.

"Tujuannya agar masyarakat bisa lebih mudah mengetahui dalam penanganan setiap perkara melalui teknologi informasi yang disediakan untuk kepentingan bersama itu,"terang, mantan Aspidsus Kejati Gorontalo

Dalam software dan website itu, penanganan perkara mulai Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) hingga putusan atau eksekusi bakal dimasukkan dalam daftar teknologi informasi itu. 

"Mulai SPDP hingga eksekusi atau putusan langsung bisa disampaikan ke masyarakat baik itu perkara tindak pidana umum maupun pidana khusus," tegasnya.

Lebih lanjut HM Sunarto menambahkan,
"Kalau memang sudah siap semua. Realisasi secepatnya agar bisa dimanfaatkan untuk melayani masyarakat umum,"ucap, Kejari yang selalu murah senyum ini sambil menutup bincangnya.

Rencananya, realisasi program itu bakal direalisasikan beberapa bulan ke depan. Hal itu menunggu peralatan Teknologi Informasi yang bakal dikirim dari kejagung. (ss/rif)

Posting Komentar