Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Sidoarjo-Memo. Hasil ungkap Pungutan Liar (Pungli) Pasar Porong oleh Unit III Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polresta Sidoarjo kembali menoreh catatan hitam di Kabupaten Sidoarjo. Setidaknya, Tiga pejabat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Porong, dibawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Sidoarjo kini ditahan di Mapolresta Sidoarjo.

Penahan tersebut, menyusul setelah ketiganya di periksa pertama kali dengan status tersangka dalam kasus pungutan liar (pungli) tentang sisa penarikan retribusi pasar yang tidak disetor ke Kas Daerah.

"Setelah kami periksa sebagai tersangka, ketiganya langsung kami tahan di Mapolresta," ujar, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Manang Sobeti, saat dihubungi melalui seluler. Rabu (22/3).

Diketahui ketiga pejabat UPT Pasar Porong tersebut yakni, Agustono (51th) Kepala UPT Pasar Porong, Sugiono (53th) Pengawas Pasar dan Abdul Wahab (54th), bendahara pembantu pasar Porong Sidoarjo. 

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol manang Soebakti menabahkan,
Modus korupsi yang dilakukan pejabat di UPT Pasar Porong itu mengantongi sisa penarikan retribusi dari pedagang yang didapat sekitar Rp. 5 juta lebih setiap harinya. Namun,  Uang retribusi yang masuk ke Kas Daerah hanya sekitar Rp. 4.100.000. Sisa uang justru masuk ke kantong pribadi. 

"Dalam setiap bulan Ka UPT dan Pengawas Pasar Porong mengantongi uang sekitar Rp. 9 juta," terangnya.

Kini ketiga pejabat tersebut diatas, terancam dijerat Pasal 8 Jo. Pasal Pasal 11Jo. Pasal 12 huruf e UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 KUHP. (ss/kmd)

Posting Komentar