Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : petugas saat menunjukan barang bukti dihalaman Mapolresta Sidoarjo dan tersangka SE

Sidoarjo-Memo. Unit Tipikor Satreskrim Polresta Sidoarjo kembali lakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap salah satu oknum perangkat Desa Ploso Kecamatan Krembung Sehingga kian menambah daftar catatan hitam di Kabupaten Sidoarjo.

Pasalnya, pada hari Kamis (02/03) Unit tipikor satreskrim polresta Sidoarjo telah melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum perangkat Desa,yang diduga telah melakukan penarikan atau Pungutan Liar (Pungli) permintaan uang biaya operasional prona sebesar Rp. 500.000, dan untuk biaya tambahan umur sebesar Rp. 500.000, Sehubungan adanya program Prona,melalui pendaftaran tanah sistimatis lengkap (PTSL) .

Oknum perangkat desa yang berhasil diamankan tersebut, yakni Sekdes berinisial AR beserta Kades berinisial SE, keduanya digelandang ke Mapolresta Sidoarjo setelah terbukti melakukan gratifikasi.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Much Anwar Nasir, melalui Kasat Reskrim Kompol Manang Soebakti menyampaikan, "kurang lebih 800 pemohon yang sudah menyerahkan biaya operasional sebesar 500 ribu, terakit program Prona ini,"terang, mantan Wakasat Polrestabes Surabaya ini.

Sementara Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan oleh petugas, berupa uang tunai sebesar, 1. Rp. 521.200.000, 

2. Satu bendel notulen rapat, peserta rapat Prona tahun 2017 DesaPloso, Kecamatan Krembung,Kabupaten Sidoarjo. 

3. Satu bendel asli surat keputusan Kepala Desa Ploso Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo nomor:141/15.pd/404.7.15.13/xi/2016 tentang pembentukan kelompok masyarakat sadar tertib pertahanan Desa Ploso Kecamatan Krembung,Sidoarjo dengan jumlah peserta/pemohon Prona sebanyak 800 pada tanggal 29 juli 2016.

4. Tiga belas bendel daftar nominatif peserta atau pemohon sebanyak 800 orang yang sudah mengajukan dan menyerahkan berkas pemohon sertifikat tanah di Desa Ploso Kecamatan Krembung untuk program Prona tahun 2017.

5. Satu bendel form administrasi swadaya Prona tahun 2017 Desa Ploso,Kecamatan Krembong yang ada tulisan di bawah umur,yang di tulis tangan sendiri oleh FR,selaku bendahara POKMAS dan pendamping.

6. Satu buku block note yang di tulis tangan sendiri oleh FR,selaku bendahara POKMAS dan bertuliskan isi uang pengeluaran terakhir pada tanggal 16 februari 2017 sebesar Rp. 80.394.550

7. Satu buku tulis yang ada tulisan tangan AR selaku Sekdes Ploso Kecamatan Krembung,bertuliskan dan berisi daftar nama peserta atau pemohon yang sudah membayar untuk biaya pembuatan surat hibah atau waris dan pengukuran yang penerima uangnya telah di terima oleh AR yang dulunya sebagai perangkat Desa dan sekarang sebagai Sekdes Ploso kecamatan Krembung.

8. Tujuh bendel daftar hadir rapat Prona Desa Ploso,Kecamatan Krembung.
Kronologi kejadian,bahwa pada sekitar bulan agustus 2016 - februari 2017 baik dari POKMAS,Kades dan Sekdes serta pendamping Prona telah melakukan penarikan dan pungutan serta permintaan uang yang di bebankan kepada 800 orang peserta atau pemohon Prona.yang di mintai uang untuk biaya operasional sebesar Rp. 500.000

9. Dan untuk biaya tambahan umur sebesar Rp. 500.000,_.sehubungan adanya program Prona melalui pendaftaran tanah sistimatis lengkap (PTSL) kantor pertahanan Kabupaten Sidoarjo tahun anggaran 2017,dengan perinciannya, Biaya Prona Rp. 500.000,X 800 pemohon menyerahkan uang kepada bendahara POKMAS atas nama FR pada saat OTT dengan barang bukti (BB) Rp. 296.800.000

10. Biaya hibah atau waris Rp. 500.000,_ pemohon menyerahkan uang kepada Sekdes Ploso AR kepada OTT sudah tidak ada barang bukti uang karena uang yang telah di terima sebesar Rp. 165.300.000,_ sudah di bagi bagikan.
Biaya tambahan umur Rp. 500.000,_ pemohon menyerahkan uang kepada bendahara Pokmas FR,selanjutnya di serahkan kepada AN selaku pendamping PPAT atau notaris pada saat OTT dan barang bukti uang Rp. 75.000.000

Kasat Reskrim Kompol Manang Soebakti menambahkan," tersangka terancam dengan pasal yang disangkakan pasal 12 huruf e UU RI No 20 tahun 2001."terangnya.

Untuk selanjut Unit Tipikor Satreskrim Polresta Sidoarjo masih melakukan peningkatan penyidikan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut. (ss/rif)

Posting Komentar