Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal menjamin tidak ada demo angkot hari ini.

Surabaya-Memo. kabar bahwa hari ini akan ada aksi demo besar-besaran oleh jasa transpotasi se surabaya, dapat diredam oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Muhammad Iqbal. Demo dialihkan dengan duduk bersama dan menyampaikan pendapat secara langsung dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Melalui fia telephon saat dihubungi oleh media Kombes Pol Muhammad Iqbal menyampaikan, 
"Ada Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Surabaya dan Komunitas Angkutan Kota Surabaya yang berkirim surat pemberitahuan hendak turun ke jalan. Akan mengerahkan 1.800 kendaraan. Kami memanggil dan duduk bersama dengan dua serikat tersebut," terang, Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal menerangkan, dalam pertemuanya kedua serikat tersebut ternyata satu visi dan satu misi. Mereka menyetujui tidak akan turun ke jalan dan melakukan konvoi dengan armada angkot yang mereka miliki. Mereka bersedia menerima usulan untuk bertemu dengan Gubernur Jatim Soekarwo.

"Mereka bersepakat bahwa turun ke jalan dibatalkan. Demo dialihkan dengan bertatap muka dengan gubernur. Ada 300 perwakilan dari ketua lyn se-Surabaya dan wakil-wakilnya yang bertemu dengan gubernur di Grahadi,"tutur,Kombes Pol Mohammad Iqbal.

Iqbal menambahkan, bahwa dirinya sudah bertemu dengan Soekarwo terkait masalah tersebut. Pertemuan akan digelar pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. Soekarwo tak bisa menerima perwakilan serikat pekerja angkot pada siang hari karena Soekarwo harus menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Meski penyampaian pendapat dilakukan dengan bertemu secara langsung dengan gubernur, namun serikat pekerja angkot tetap akan membawa armadanya. Sekitar 80 armada akan dibawa ke Grahadi. Untuk hal itu, Iqbal telah siap. Puluhan angkot tersebut akan dikawal dan diparkir di lokasi-lokasi yang tidak mengganggu arus lalu lintas.

"Iki Suroboyo, rek. Surabaya jangan disamakan dengan kota-kota lain. Berjuang punya warna sendiri. Masyarakat tak boleh diganggu, taksi online juga tak boleh diganggu. Masyarakat tetap damai dan tidak merugikan masyarakat luas. Kami mengapresiasi para sopir angkot yang tidak mogok," pungkasnya.

Sebelumnya memang beredar isu bahwa angkot se-Surabaya akan melakukan mogok massal. Mereka akan melakukan aksi unjuk rasa menuntut angkutan berbasis aplikasi yang dinilai mereka semakin liar dan tidak mengindahkan peraturan. Namun, Kapolrestabes Surabaya tetap akan upayakan langkah-langkah humanis dengan harapan tidak ada pihak atau masyarakat yang merasa terganggu dan dirugikan dalam aksi tersebut. (ed/rif)

Posting Komentar