Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Kabar bahwa adanya jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas kini semakin terang. Pasalnya, Petugas Lapas Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng Kelas 1 Surabaya, bersama Unit Reskrim Polsek Waru melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) didalam Lapas, dan terbukti didalam kamar tahanan kasus narkoba petugas berhasil temukan serbuk putih dikamar 30 dan 31, diketahui pemilik dari serbuk haram tersebut adalah, Dua napi yakni, Ramadhan, warga Pakis Tirtosari, Surabaya dan Defri, warga Palu Selatan. Padahal, keduanya belum selesai menjalani masa hukuman atas perkara narkoba.

Terungkapnya kasus ini, setelah petugas rutan mendapati laporan,ada napi membawa dan menyimpan narkoba gol 1 jenis sabu-sabu (SS), Selasa (14/3) dini hari. Kemudian, laporan itu ditindak lanjuti dengan melakukan razia di beberapa ruang napi. Khususnya di blok tahanan narkoba. Terlebih lagi, petugas rutan juga menyisir sejumlah ruang di blok F, setelah diterimanya kabar bahwa pelakunya berada di kamar 30 dan 31. Hasilnya, petugas mendapati serbuk putih dari tangan Ramadhan di kamar 30 dan serbuk putih milik Defri di kamar 31, dengan total barang bukti sabu seberat 5 gram.

Kalapas Rutan Medang, Bambang Harianto mengatakan, penangkapan terhadap kedua tahanan itu berdasarkan informasi yang diterima petugas jaga, bahwa ada napi membawa SS. Kemudian, atas kecurigaan laporan tersebut, pihaknya langsung memerintahkan beberapa anggotanya untuk segera menggelar razia ke sejumlah kamar napi.

"Dalam razia itu, kita temukan bungkus plastik kecil berisi serbuk putih crystal diduga sabu, terjatuh dari salah satu celana napi. Yang mana pada saat itu, mereka (napi) terpaksa kita telanjangi satu persatu," ungkapnya.

Bambang menambahkan, untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, maka kedua napi tersebut terpaksa diungsikan keruang khusus rutan Medaeng. 

"Keduanya kita pindahkan keruang khusus. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kita serahkan kasusnya ke Polsek Waru," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Waru, IPDA Untoro membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan pula, SS tersebut diamankan petugas rutan dari dua napi, yang selanjutnya pemeriksaan lanjutannya diserahkan ke polisi. Namun begitu, pihaknya mengaku belum selesai merampungkan pemeriksaan terhadap dua tersangka itu. Sehingga belum bisa memberikan pernyataan terkait pasal yang akan dijeratkan kepada tersangka.

"Pemeriksaan belum selesai, jadi belum bisa penerapan pasal," pungkasnya, pada memojatim.

Ditemukannya barang haram didalam lapas kian menjadi pertanyaan pubilk, apakah karena lemahnya pengamanan, atau terbatasnya personil lapas atau ada main mata antara napi dan petugas? Karena pada hakekatnya Rumah Tahanan (Rutan) adalah tempat untuk membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. (kmd/rif)

Posting Komentar