Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Doc saat OTT Pungli Dweliing Time November 2016 (Ilustrasi)

Surabaya-Memo. Tim Saber Pungli tak main-main melaksanakan tugasnya dalam penegakan hukum terkait pemberantasan tindak pidanan korupsi. Terbukti setelah melalui penyidikan, berkas perkara terhadap kasus dugaan Pungli (Pungutan Liar) Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada November 2016 lalu. Menyeret banyak nama pejabat di Pelindo III Tanjung Perak Surabaya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Tim Gabungan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Jawa Timur dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap Direktur PT Akara Multi Karya (AMK) Augusto Hutapea yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam pengembangannya, Tim Saber Pungli menangkap Direktur Operasi Dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Rahmat Satria dan Direktur PT Pelindo Energi Logistik Firdiat Firman.

Dari hasil pengembangan penyidikan Firdiat Firman tim penyidik berhasil menambah tersangka lainnya yakni, mantan Dirut Pelindo III Djarwo Surjanto beserta istrinya Mieke, yang juga melibatkan nama Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III (Persero) Rahmat Satria sebagai tersangka di Mabes Polri, akhirnya dinyatakan sempurna atau P21, Rabu 1 Februari 2017.

Selain Rahmat Satria, petugas juga merampungkan berkas lain dalam kasus Pungli dengan tersangka Firdiat Firman, selaku Direktur Pelindo Energi Logistik (PEL). Iptu Farouk Ashadi Haiti, Panit I Subdit Indak Dittipideksus Bareskrim Mabes Polri disela penyerahan kedua tersangka mengatakan, pelimpahan berkas Tahap II dinyatakan sempurna sehingga berkas hasil pemeriksaan keduanya diserahkan hari ini.

"Pelimpahan berkas tahap II telah dinyatakan sempurna atau P21. Jadi, hasil pemeriksaan dan penyidikan sudah lengkap, sehingga tim penyidik dari Bareskrim Mabes Polri menyerahkan kelengkapan berkas dan dokumen dari dua tersangka ke Kejari Tanjung Perak hari ini," terang Farouk, hari  Rabu (01/03) lalu pada media.

Tidak hanya Satria dan Firman, namun nama mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo III, Djarwo Surjanto (DS) dan isterinya, Mieke juga menjadi tahanan Kejari Tanjung Perak. Farouk memaparkan, rencananya, Kamis 2 Februari 2017, pasutri tersebut akan diserahkan ke Kejari Tanjung Perak untuk ditahan dengan sangkaan turut serta dan terlibat menikmati 'jarahan' pungli dari dua tersangka sebelumnya.

"Karena, hasil penyidikannya sudah lengkap dalam kasus serupa,"ungkapnya.

Perlu diketahui, dari hasil ungkap kasus tersebut, petugas menyita barang bukti sebanyak 3 dus berisi dokumen-dokumen serta barang bukti lainnya. Dan para tersangka ini dijerat dengan Pasal berlapis yakni, pasal pemerasan seperti yang diatur dalam KUHP serta Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (dd/rif)



Posting Komentar