Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : pendemo dan Kajari Sidoarjo saat konfrensi pers terkait klarifikasi isu

Sidoarjo-Memo. Penegakan hukum dikabupaten Sidoarjo yang digalak oleh penegak hukum korps Adhiyaksa akhir-akhir ini kian semakin tepat dan tegas. Tepat dalam menyimpulkan dan menetapkan pelaku tinda pidana korupsi yang merugikan uang negara tanpa pandang bulu, serta tegas dalam mengambil tindakan tanpa takut di interfensi dari pihak manapun.

Pasalnya, puluhan kasus perkara besar tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sidoarjo berhasil diungkap salah satunya kasus PDAM dan Prouna yang kini masih dalam proses. 

Tidak heran bila kini berkembang kabar isu yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, tentang adanya dugaan makelar kasus (markus) yang ditudingkan oleh beberapa LSM, Pada hari Rabu (01/03). 7 Gabungan lembaga swadaya masyarakat ( seven gab LSM) berjumlah kurang dari 100 orang saat berdomonstrasi didepan kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Koordinator lapangan (Korlap) pendemo " seven gab LSM " Abdullah mengungkapkan, ke kecewaanya saat upaya yang telah dilakukan oleh mereka sebelumnya , yaitu upaya meminta klarifikasi langsung terkait keberadaan sang markus berinisial ( HND) di kejari pada tanggal 14 dan 21 februari lalu.

" Kajari hanya mengutus kasi Pidum, kasi Intel dan Kasi Datun, dan maksud tujuan klarifikasi temui jalan buntu. Makanya 1 maret , hari ini kita turun demo ," terang, Abdollah ditengah-tengah puluhan massa. 

Namun diwaktu yang sama, semua isu yang berkembang dan dituduhkan oleh LSM, kepada Kajari dibantah. Bahkan kajari menantang balik ,  jika ada bukti  yang dituduhkan oleh LSM, pihaknya mempersilahkan untuk diungkap dan dilaporkan. 
"Ya diungkap dan dilaporkan saja,  jika ada yang merasa dirugikan. Saya berani menjamin bahwa tidak ada markus di Kejari Sidoarjo, apalagi menguntungkan diri saya," ucap, Kajari didepan para awak media. 

Kajari mengungkapkan dirinya tidak anti kritik dan siap dievaluasi jika memiliki kesalahan. Terkait Handoko yang disebut-sebut para demonstran , Kajari Sidoarjo H Sunarto kembali menjelaskan jika dia (Handoko-red) sebagai masyarakat dan sering membantu Kejari Sidoarjo dalam menegakkan hukum di Sidoarjo ini. 
" Sebagai warga biasa saja, namun sering membantu kinerja kami dengan memberikan informasi korupsi dan keberadaan koruptor," ungkap, Mantan Kajari Jombang itu.

Lebih lanjut, mantan Aspidsus Kejati Gorontalo itu, justru mempertanyakan kenapa keberadaan Handoko itu baru saat ini dipermasalahkan.

 "Informasinya, Dia (handoko-red) sudah sejak Kajari sebelum saya sudah ada disini, saya masuk dia sudah ada disini, kenapa sekarang baru dipersoalkan," tanya balik kajari.

Dirinya  justru  mempertanyakan balik, misi LSM Sidoarjo soal permintaan hengkang, dia menduga ini bagian dari perlawanan. Sebab, pihaknya tidak ada kompromi dalam pemberantasan korupsi di Sidoarjo. 

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Sidoarjo banyak berhasil mengukap kasus Korupsi di institusi PDAM dan mengukap dugaan kasus Pungutan Liar (Pungli) di program prouna, serta banyak kasus besar yang telah diungkap dan menyeret nama-nama pejabat di kabupaten Sidoarjo. Sehingga sampai terdengar kabar miring tentang adanya (markus) di institusi penegak hukum berseragam coklat ini. 

Adanya kabar tersebut ada dugaan untuk melemahkan institusi adhiyaksa didalam penegakan hukum diwilayah Sidoarjo. Karena sampai saat ini dari pihak LSM yang menyuarahkan kabar tersebut belum bisa membuktikan apa yang ditudingkan. Sampai berita ini diturunkan. (kmd/rif)

Posting Komentar