Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Ketua Pengurus Cabang IKA-PMII Sidoarjo

Sidoarjo-Memo. Setelah adanya demo dari beberapa (LSM) yang menyampaikan tudingan tak sedap terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Sidoarjo pada hari Rabu kemarin. kini malah menuai dukungan atas penegakan hukum yang dilakukan oleh korps adhiyaksa, Kali ini pernyataan dukungan tersebut disampaikan oleh pengurus Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII). 

Pengurus Cabang IKA-PMII Sidoarjo berkomitmen dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo untuk mendukung dalam pemberantasan korupsi diwilayah Kabupaten Sidoarjo. 

Ketua Cabang IKA-PMII Sidoarjo Fatihul Fauzun menyatakan, bakal aktif bekerjasama dengan Kejari dalam melakukan pemberantasan korupsi. "Dalam waktu dekat kita akan mengirim beberapa data terkait pelanggaran hukum (korupsi) di Kabupaten Sidoarjo," tegasnya.

"Banyak potensi korupsi di Kabupaten Sidoarjo antara lain pada pengelolahan keuangan daerah (APBD) dan sumberdaya alam (Migas)," terang, Fatihul Faizun, ketua IKA PMII Sidoarjo dalam rilis tertulis kepada media pada hari Kamis (02/3/2017).

Menurut Fatihul sapaan akrapnya sehari-hari, dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jawa Timur (BPK-P) Tahun 2016. "Pemerintah Kabupaten Sidoarjo masih sangat lemah dalam memanage keuangan daerah," ucapnya.

Diantaranya, masih Fatihul masih banyak program kegiatan yang masih belum efektif dan proses pengadaan barang atau jasa yang belum tertib, "Sehingga rekomendasi dari BPK-P harus mengembalikan kepada kas daerah," tegasnya.

Dia menilai untuk mengungkap sebuah kasus pidana korupsi, dibutuhkan pemimpin penegak hukum yang berani dan tegas. 

"Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, saat ini merupakan dari sekian Kepala Kejaksaan yang berani dan tegas mengungkap kasus korupsi," tuturnya.
Oleh sebab itu, menurut Fatihul, hal tersebut dibuktikan dengan beberapa kali kinerjanya yang tidak dapat dibendung oleh siapapun. "Maka dari itu, kami support angkah-langkah yang dilakukan beliau secara moral dan material," pungkasnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kajari Sidoarjo banyak mengukap kasus besar perkara tindak pidana korupsi yang menyeret pejabat mulai dari pemerintah desa hingga pejabat teras. Sehingga wajar bila dari keberanian serta ketegasan Kajaksaan Negeri Sidoarjo kini muncul kabar tak sedap yang diduga untuk melemahkan penegakan hukum korps adhiyaksa tersebut. (kmd/rif)

Posting Komentar