Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Petugas menunjukan Barang Bukto dan pelaku

Sidoarjo-Memo. Bila cinta sudah melekat walau sakitpun terasa nikmat. Mungkin itu yang pantas disemaikan terhadap Melati (16th) bukan nama sebenarnya, Siswi Kelas VII, warga Kecamatan Prambon Sidoarjo. Pasalnya, Melati yang menjalin hubungan dengan MJ (30th) warga Lemingir, Kecamatan Mojosari
Kabupaten Mojokerto, sejak Agustus 2016 lalu, kini hamil 5 bulan lantaran sering bermain di area sepi semak-semak Desa Prambon, Kecamatan Prambon.

Berawal pada bulan Agustus 2016 lalu, persetubuhan itu terjadi, dengan cara mengajak korban jalan-jalan, MJ berhasil meregut mahkota Melati yang dijaganya selama 16 tahun. Mulanya korban menolak untuk diajak berhubungan, namun setelah MJ mengatakan akan bertanggung jawab bila mana nanti hamil Melati pun luluh dipelukan kekasihnya.

Hubungan diluar nikah itu pun berakhir pada bulan Desember 2016 lalu, saat pelaku MJ mengetahui Melati telah berbadan dua dan tidak mau tanggung jawab. Mengetahui hal tersebut ayah kandung Melati melaporkan apa yang menimpah anaknya ke Mapolresta Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Much Anwar Nasir melalui Kabag Humas AKP Samsul Hadi menyampaikan, " Saat itu memang korban tidak menjanjikan apa-apa, hanya dijanjikan kalau hamil, tersangka mau bertanggung jawab," ucap, AKP Samsul Hadi saat gelar kasus di halaman Polresta Sidoarjo, Kamis (09/03/2017).

Lebih lanjut Samsul menambahkan,
bahwa persetubuhan antara keduanya sudah sebanyak 30 kali. Persetubuhan itu juga ia lakukan sejak mulai mereka pacaran pada bulan agustus 2016 hingga akhir tahun.

"Mulai pacaran sejak agustus kemarin, mereka melakukan persetubuhan itu selalu ditangkis Kali Brantas hingga hamil 5 bulan. Setelah orang tua korban tahu kalau tersangka enggan bertanggung jawab, akhirnya tersangka dilaporkan ke Polisi," terangnya.

Sementara pelaku berdalih tega menyetubuhi Melati lantaran hubungan sama sang istri sudah tidak harmonis lagi.

"Intinya itu, istri saya tidak mau diajak hidup mandiri. Waktu kenal sama bunga dan diajak ketemuan, saya mau dan saya ajak ke pinggir kali brantas,"dalihnya.

Kini tersangka beserta barang bukti telah diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo. Akibat perbuatannya kini pelaku terancam dijerat dengan pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (ss/rif)


Posting Komentar