Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Surabaya-Memo. Kabar tentang rumah hiburan yang menyajikan tarian tak senono yang senter diberitakan akhir-akhir ini rupanya membuat Walikota Surabaya Tri Rismaharini, meradang setelah mendengar kabar adanya rumah karaoke yang menyediakan penari striptis. Walikota perempuan pertama di Kota Surabaya ini dengan tegas meminta Satpol PP secepatnya menutup Mega Karaoke di Jl Ngaglik, Kecamatan Simokerto, yang digerebek Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya pada Jumat (17/2/2017) dinihari lalu.

"Saya sudah minta ada pengecekan langsung di lokasi. Jika benar (menyuguhkan striptis) harus ditutup. Karena itu melanggar perjanjian saat membuat ijin tempat hiburan," tegas, Risma, Senin (20/2) lalu.

Menurutnya, pelanggaran ijin tempat hiburan yang dimaksud adalah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23/2012 tentang kepariwisataan, yang melarang bisnis pornografi atau pornoaksi di tempat Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU).

Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto juga senada menegaskan akan segera menindak rumah karaoke yang melanggar Perda Nomor 23/2012. "Jika melanggar perjanjian, sanksinya bisa pencabutan ijin operasional," ucapnya pada media.

Pihaknya akan bersikap tegas dengan menutup Mega Karaoke dan mencabut ijin operasional kegiatan tersebut. Mega Karaoke dianggap sengaja melanggar Perda Nomor 23/2012 yang dalam ketentuanya pencabutan ijin operasional bilamana terbukti ada pelanggaran. (dd/rif)


Posting Komentar