Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

 
Foto : Mega Karaoke Jl Ngaglik, saat digerebek Polisi
Surabaya-Memo. Keseriusan Polrestabes Surabaya dalam penanganan kasus pelanggaran pornografi kian dibuktikan. Tim penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya terus mengembangkan kasus Mega Karaoke yang dalam prakteknya kedapatan menyediakan penari striptis. Selain itu, dari hasil pengembangan penyidikan Mega Karaoke terbukti juga menyidiakan Minuman Keras (Miras) golongan B dan C, hasil itu didapat setelah penyidik memanggil dan meminta keterangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Kota Surabaya.

Dalam kasus pornografi Mega Karaoke Dua sudah ditetapkan menjadi tersangka, penyidik terus melakukan pengembangan penyidikan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut. Selain memanggil dan meminta keterangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkot Surabaya penyidik juga memanggil (Owner) pemilik Mega Karaoke, Isal Nuriyadi pada hari Senin (20/02) kemarin.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal melalui Kasubbag Humas Kompol Lily Djafar menyampaikan, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sudah meminta keterangan dua saksi dari Disbudpar Surabaya, Tulus Hari Purwanto dan Bos Mega Karaoke, Isal Nuriyadi. 

"Saksi-saksi sudah dimintai keterangan. Tim penyidik ingin tahu dan mendapat keterangan terkait ijin operasional Mega Karaoke," terangnya, Senin (20/02).

Dalam pemeriksaan itu diketahui jika selain menyajikan purel striptis, Mega Karaoke yang kabarnya dibekingi oknum wartawan sekaligus menjadi Humas itu nekat menjual miras golongan B (kadar alkohol 5-20 persen) dan B (kadar alkohol diatas 20 persen) tanpa ijin. 

"Bahkan disinyalir ada pelanggaran jam operasional yang sengaja dilakukan manajemen Mage Karaoke," tegas, mantan Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini.

Menurutnya, penyidik PPA Polrestabes Surabaya melakukan pemeriksaan kedua saksi secara terpisah. Tulus, yang mewakili Disbudpar diberi 15 pertanyaan terkait ijin operasional Mega Karaoke. sementara Isal Nuriyadi disodori 25 pertanyaan.

Seperti diberitakan memojatim sebelumnya, Mega Karaoke digerebek Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, pada Jumat (17/2/2017) dini hari, lantaran menyediakan penari striptis. (dd/rif)

Posting Komentar