Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Keterangan saksi akui terdakwa konsumsi sabu

Sidoarjo-Memo. Sidang mantan Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Waka Polsek) Balongbendo, AKP Hariyanto  kembali kembali digelar. Sidang kasus penggunaan narkoba jenis sabu-sabu dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Selasa (21/02/2017). Dalam persidangan inti terdakwa tidak menanggapi keterangan yang diberikan saksi itu.

Dalam persidangan itu, Majelis Hakim yang diketuai Tajudin sempat mengingatkan peserta yang hadir untuk tidak membuat gaduh. Sidang kali ini menghadirkan saksi a de charge (saksi yang meringankan hukuman terdakwa), dr Muhammad Arifin. Dalam persidangan saksi mengaku mengenal terdakwa lantaran dirinya berprofesi sebagai dokter Rumah Tahanan (Rutan) mulai Mei 2016 lalu. 

Saat itu terdakwa mengaku badannya sering sakit-sakitan hingga kemudian terdakwa bilang mengonsumsi sabu-sabu untuk menjaga stamina. 
"Saya beri obat agar terdakwa bisa berhenti dari ketergantungan. Setelah saya lakukan pemeriksaan secara medis memang benar mengandung metapethamine," terang, saksi itu di persidangan.

Selain itu, saksi Arifin menambahkan jika terdakwa sudah 4 kali berkonsultasi dengan dirinya terkait penggunaan narkoba itu. Rinciannya dua kali sebelum tertangkap dan dua kali setelah tertangkap.

"Meskipun sudah saya beri obat, tapi terdakwa mengaku baru dua bulan mengkonsumsi. Jadi tidak bisa lepas dari ketergantungan narkoba jenis sabu-sabu itu," imbuhnya.

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun terdakwa tidak memberikan tanggapan terkait komentar saksi. Sidang dilanjutkan Selasa (28/02/2017) pekan depan dengan agenda tuntutan.

Sementara usai persidangan, Penasehat Hukum terdakwa yang enggan menyebutkan namanya ini menilai saksi a de charge yang dibawa untuk meringankan hukuman terdakwa.

"Sesuai keterangan saksi, memang benar terdakwa 4 kali menghubungi saksi untuk direhabilitasi," katanya.

Sedangkan ditanya soal sudah diberi obat tapi terdakwa masih menggunakan narkoba? 
"Pertanyaan yang seperti ini yang selalu bikin saya tidak bisa jawab. Karena itu bergantung orangnya masing-masing," pungkas PH yang bertubuh tinggi besar ini.

Sementara Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sidoarjo, I Wayan Sumertayasa saat dihubungi melalui ponselnya menegaskan terdakwa dijerat dengan Pasal 112 dan 127 KUHP tentang Narkotika. Awalnya, saat itu Minggu (13/11/2016) Kapolresta Sidoarjo yang sedang melakukan sidak dan rapat evaluasi di Polsek Balongbendo, melihat gelagat yang aneh dari terdakwa. Agenda sidak dan rapat evaluasi itu, kata Wayan terkait adanya tahanan narkoba Polsek Balongbendo yang kabur saat melakukan pengembangan kasus di Krian, Jumat (11/11/2016).

"Melihat  gelagatnya terlihat resah, Kapolresta jadi curiga dan melakukan pemeriksaan. Ternyata ditemukan dua paket sabu-sabu dari celana terdakwa. Setelah diperiksa secara medis memang benar terdakwa baru mengonsumsi sabu-sabu," pungkasnya. (Kmd/rif)

Posting Komentar