Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Dilokasi Gubuk Tenda Stasiun Wonokromo Dan Didalam Kamar Eks Wisma Gang Dolly

Surabaya-Memo. Pemerinta Kota Surabaya tak henti-hentinya melakukan razia rutin terhadap Penyakit Masyarakat (Pekat) pada hari Saptu (05/02) malam hingga Minggu dini hari, telah digelar oleh petugas gabungan terdiri dari Satpol PP, Anggota Tipiring Polrestabes Surabaya, TNI (Gartap III/Surabaya) dan Linmas Pemkot Surabaya. Tujuan dari operasi menyisiri eks lokalisasi dolly sampai ke Stasiun Wonokromo yang kini kian banyak didirikan gubuk untuk berbuat mesum.

Di area Stasiun Wonokro petugas gabungan membongkar gubuk dan tenda, tepatnya di belakang warung remang-remang disinyalir dijadikan mangkalnya wanita malam juga tempat untuk menyalurkan shawat laki-laki hidung belang.

Kasi Ops Satpol PP Joko Wiyono, mendampingi Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan,

"Razia rutin sabtu malam bersama petugas gabungan dengan sasaran pertama di gubuk tenda belakang warung remang-remang di stasiun wonokromo," terang, Joko Wiyono.

Dalam razia tersebut Joko menambahkan, Petugas Gabungan membongkar gubuk tenda persis di belakang warung remang-remang yang dijadikan mangkalnya wanita malam berada didalam lokasi stasiun wonokromo disinyalir dijadikan tempat prostitusi dan  petugas berhasil mengamankan dua wanita dan dua lelaki tidak membawa identitas diri (KTP) saat berada dilokasi.

"Ke empat orang tersebut kita bawa ke Mako Satpol PP Surabaya untuk dilakukan pendataan lebih lanjut,"tegasnya, Minggu (05/02) dini hari.

Setelah menyisiri Stasiun Wonokromo Petugas Gabungan langsung merambat ke arah Eks Dolly,  disini petugas Gabungan kembali temukan bekas botol plastik berbau miras di depan eks wisma berada di dalam gang dolly.

"Didepan eks wisma gang dolly tadi Petugas Gabungan temukan botol plastik berbau miras dan mengamankan satu orang pria diduga usai lakukan pesta miras," Tegasnya.

Joko mengungkapkan, Dari hasil temuan botol plastik berbau miras dan mengamankan satu orang pria, Petugas gabungan langsung melakukan pengecekan sejumlah kamar di dalam eks rumah wisma berhasil temukan dan mengamankan satu pasangan mesum yang tidak bisa menunjukan buku nikah resmi hanya memiliki surat keterangan nikah siri.

"Dari hasil pengecekan tersebut ditemukan satu pasangan tidak bisa menunjukan buku nikah resmi lalu diperiksa dan di BAP oleh pihak polsek sawahan setempat," imbuhnya.

Diharapkan dengan penggalakan operasi Penyakit Masyarakat ini, Surabaya bersih dari tempat-tempat portitusi dan mempersempit ruang lingkup bagi pelaku bisinis lendir sesuai apa yang telah diatensikan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. (ed/rif)

Posting Komentar