Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Sidoarjo-Memo. Masih lekat dalam ingatan kawanan begal yang tewas dihakimi massa beberapa waktu lalu di wilayah Kecamatan Jabon Sidoarjo. Pada saat itu Dua dari pelaku meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sedang Dua rekanya berhasil lolos dari amuk massa, dan ditetapkan sebagai Daftat Pencarian Orang oleh petugas. Kali ini tidak butuh waktu lama bagi Unit Reskrim Polresta Sidoarjo, untuk membekuk pelaku yang sudah dikantongi identitasnya dengan berkoordinasi dengan Polda Jatim.

Satu diantara Dua pelaku Yakni, Dapi bin Alimun (45th) warga Dusun Bunut Desa Pejangkungan Kecamatan Rembang, Pasuruan. Jatuh tersungkur setelah ditembak petugas lantaran melakukan perlawanan sewaktu ditangkap dan disuruh menunjukkan barang bukti (BB) sebilah clurit yang telah dibuang tersangka di kawasan Makam Islam di Desa Jedokan Kecamatan Beji, Pasuruan. Sementara Satu rekannya tersangka Nijar ditangkap Tim Reskrim Polda Jatim, pada hari Selasa (31/1) lalu.

Kasat Reskrim Kompol Manang Soebakti mendampingi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Moch Anwar Nasir, membenarkan penangkapan terhadap Dua komplotan tersangka DPO ini. Salah satu dari keempat tersangka ini, merupakan resedivis yang sudah 5 kali melakukan kejahatan serupa dengan TKP yang berpindah- pindah.

Selama itu juga pelaku juga keluar masuk penjara. Paska insiden itu, tersangka Dp kabur bersembunyi di wilayah Madura selama 5 hari. Setelah diketahui tempat persembunyiannya, kemudian segera dilakukan pengejaran. Hingga akhirnya DP tertangkap di Desa Asam raje Kecamatan Parseh, Sampang, Madura.

"Dia otak pelaku dari insiden Curas di Jabon. Sedangkan, salah satu pelaku begal (Iskandar, red) yang tewas diamuk massa itu anak dari tersangka Dapi," ungkap, mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya di hadapan media, Jumat (3/2).

Menurut Manang, para kawanan tersangka ini tergolong sangat sadis dalam menjalankan aksinya. Sebab, tersangka tidak segan-segan melukai korbannya. Korban yang kala itu dibacok tersangka, hingga tangannya nyaris putus.

"Saat ini, korban masih menjalani rawat inap di Rs Dr Sutomo Surabaya, guna mendapatkan pelayanan medis," terangnya.

Sementara itu, dalam kasus ini, polisi menyita beberapa BB. Diantaranya, 1 unit motor Honda Vario yang telah dilimpahkan ke Polda Jatim, guna proses penyidikan tersangka NJ. 1 buah clurit dan 1 buah borgol yang rusak. Terhadap tersangka Nijar terancam dijerat Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2), Ke 1, 2, 3 dan 4 KUHP, tentang Curas. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.(kmd/rif)

Posting Komentar