Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Notaris Rosidah ditahan tim penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo

Sidoarjo-Memo. Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, akhirnya menahan notaris Rosidah SH, Kamis (23/02/2017). Tersangka kasus dugaan korupsi relokasi warga korban Lumpur Lapindo asal Desa Renokenongo ke Perum Renojoyo, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo itu lantaran penyidik takut tersangka menghilangkan barang bukti, melarikan diri, dan mempengaruhi saksi lain dalam kasus relokasi dan tukar guling Tanah Khas Desa (TKD) seluas hampir 10 hektar yang didalamnya terdapat TKD seluas 2,8 hektar itu.

"Hari ini, penyidik menahan tersangka (Rosidah). Kalau kemarin penyidik baru menetapkan tersangka R (Rosidah) menyusul tersangka S (Sunarto), sekarang langsung dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Surabaya di Medaeng, Kecamatan Waru," terang, Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Andri Tri Wibowo kepada media Kamis (23/02)

Lebih lanjut, mantan Kasi Intel Kejari Batam ini menjelaskan kesalahan notaris ini karena diduga bersama-sama tersangka Sunarto (koordinator pembebasan lahan) dengan sengaja menjual Tanah Khas Desa (TKD) Kedungsolo seluas 2,8 hektar ke para korban lumpur Lapindo asal Desa Renokenongo, Kecamatan Porong Tahun 2008 lalu.

"Tersangka bakal dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipukor) yang diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara," terangnya.

Sedangkan saat ditanya mengenai nilai kerugian negara, Kasi Intel yang juga menjabat Humas Kejari Sidoarjo ini mengaku masih dalam perhitungan tim penyidik Pidsus, Kejari Sidoarjo. Namun pihaknya memastikan nilai kerugian negara itu bakal diaudit berdasarkan nilai jual TKD yang dijual ke warga.

"Soal nilai kerugiannya masih dalam perhitungan penyidik," paparnya.

Sementara ditanya soal rencana adanya tambahan tersangka lainnya, Andri tidak menampiknya. Hanya saja, semua menunggu hasil perkembangan penyidikan dan pendalaman yang dilaksanakan tim penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo.

"Tidak menutup kemungkinan (ada tersangka baru), tapi masih menunggu hasil pendalaman  yang dilakukan tim penyidik," pungkasnya.

Sebelum ditahan, tersangka Rosidah diperiksa di ruang jaksa senior Rochidah sejak pukul 09.00 - 13.30 WIB. Kemudian istirahat untuk melaksanakan salat dhuhur dilanjutkan pemeriksaan beberapa menit hingga kemudian digelandang petugas dengan menggunakan baju tahanan Kejari Sidoarjo untuk dimasukkan ke dalam mobil tahanan Evalia dan dikirim ke Lapas Kelas I Surabaya di Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo menyusul tersangka pertama Sunarto yang dijebloskan Lapas Kelas I Surabaya di Medaeng, Kecamatan Waru pada akhir Tahun 2016 lalu. (rif)


Posting Komentar