Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Sampang-Memo. Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama Sampang Menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H dan Silaturrahim Ulama Se-Madura Bersama Dr. KH. Ma'ruf Amin ( Rais Aam PBNU Dan Ketua Umum MUI Pusat) di Pendopo kab.Sampang.
 
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Ketua PWNU Jawa timur, Ketua PCNU se-kabupaten Madura, Ketua MUI Se-kabupaten Madura, ketua Muslimat NU Sampang dan Turut Hadir Wagub Jatim Syaifullah Yusuf dan Wabup Sampang Serta jajaran Kapolres Sampang dan Perwakilan dari Polda Jawa timur (09/02/2017).

Rangkaian acara diawali dengan Sambutan Oleh Panitia dan wakil Bupati Sampang Mengucapkan Selamat Datang kepada Rombongan dan Ucapan Terima kasih Kepada Seluruh Tokoh, Para Ulama, Santrian-wati se-Madura dan instansi pemerintah yang Hadir. sesudahnya diteruskan Penandatanganan Nota kesepakatan MoU antara PCNU Kab. Sampang dan POLRES Kab.Sampang mengenai kerjasama untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sampang.

Selanjutnya Dalam sambutannya. Wakil Gubenur Jawa Timur. Ir KH Syaifullah Yusuf menyampaikan, "tradisi di Madura Sangat Menjunjung tinggi filsafah Bapa-Ebu-Guru-Ratoh (Bapak-Ibu-Guru/Ulama- Raja/Pemerintah). Yang maknanya masyarakat Madura sangat menjunjung tinggi nasihat orang tua, Kyai/Ulama, dan Menyingung Perkembangan Media Maya yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, Indonesia sendiri berada dalam urutan kelima Dunia. ini perlu adanya pengawasan,kontrol dan bimbingan dari kedua orang tua."ucap, Wakil Gubenur yang akrab disapa Gus Ipul disela-sela sambutanya.

Sementara di tempat yang sama pengurus Rois Aam PBNU Jawa Timur menyampaikan,
" NU Merupakan wadah para ulama yang secara bersama-sama memiliki tanggung jawab kebangsaan, diharapkan para ulama tidak hanya berada di lingkungan Pondok Pesantren, tetapi juga mengambil peran dalam rangka menjaga umat dan negara." terang, Rois Aam PBNU KH. Ma'ruf Amin saat menyampaikan sambutannya.

Dirinya mengajak untuk mari bersama sama menjaga umat dari aqidah yang menyimpang dan menyesatkan, yaitu gerakan radikal baik berbasis agama maupun sekuler.
"Tanpa adanya kerjasama ulama dan umaro sulit untuk membangun kesatuan elemen bangsa" imbuhnya.

Sementara itu, Pengurus PWNU Jawa Timur sekaligus Pengurus MUI berharap agar warga NU yang ada dimadura tidak terpecah belah dalam menyikapi perkembangan situasi yang akhir-akhir ini terjadi. "Menyikapi kasus pelecehan terhadap KH. Ma'ruf Amin, NU tetap istiqomah dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dan meminta kepada Kapolri dan TNI untuk Menindak tegas serta memberantas Masuknya Narkoba kemadura", tegasnya, sambil menutup sambutanya. (az/hal)

Posting Komentar