Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Tersangka (tengah) diapit petugas

Sidoarjo-Memo. Calon penumpang bernama M Hamzah (48th) warga asal Makasar diamankan Satuan Pengamanan Lanudal Juanda karena kedapatan membawa serta menyimpan barang dilarang hukum yakni Narkotika jenis Sabu, kemarin di Bandara Juanda Surabaya.

Pria 48 tahun ini merupakan calon penumpang pesawat Garuda  dengan nomer penerbangan GA 327 , yang gagal melanjutkan perjalanannya dari Surabaya dengan tujuan Jakarta. Dia ditangkap petugas Bandara Juanda setelah kedapatan membawa Narkotika jenis sabu sebanyak dua poket.

Sumber informasi yang dihimpun oleh memojatim. Sebelumnya penumpang pesawat Garuda tersebut berencana akan terbang sekitar pukul 19:10 wib. melalui Terminal 2 (T2). Namun, tersangka setelah melakukan cek in pukul 17.50, kemudian dilanjutkan pemeriksaan barang bawaannya.

Namun, pada saat barang bawaan dilakukan pemeriksaan dengan sinar X-ray, terdapat di dalam tas kecil berwarna coklat nampak sebuah alat hisap atau Bong. Lantas, oleh petugas Bandara Juanda dilakukan pemeriksaan secara fisik terdapat dua poket sabu di dalam tas tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan ulang di Pos Satuan Pengamanan Baandara Lanudal Juanda Surabaya yang berada di Terminal 1, yang bersangkutan mengakui bahwa barang haram tersebut miliknya dan dia dapatkan membeli per poketnya seharga Rp 990 ribu di Jakarta. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Polsek Sedati.

Sementara itu, Kapolsek Sedati  AKP Hardyantoro membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan,penumpang warga asal Makasar ini, diamankan oleh petugas Bandara Juanda setelah didapati membawa 2 poket sabu. Kemudian dia diserahkan ke Mapolsek Sedati.

"Memang benar ada seorang penumpang pesawat garuda yang rencananya akan ke Jakarta. Saat dilakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang tersebut kedapatan membawa narkotika jenis sabu," terang, Kapolsek Sedati AKP Hardyantoro pada awak media, Kamis (2/2).

Ditambahkan, untuk saat ini yang bersangkutan masih dalam menjalani pemeriksaan. Terkait beratnya, masih belum diketahui, karena tim penyidik masih melakukan penyidikan lebih lanjut. (kmd/rif)

Posting Komentar