Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Sidoarjo-Memo. Enam jenazah rombongan guru yang meninggal akibat kecelakaan di jurang Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (26/02) kemarin, telah tiba di Puskesmas Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Senin (27/2), sekitar pukul 01.00 dini hari.

Ke enam jenazah itu, disambut langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Saifulillah, dan Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, Sekda Sidoarjo Djoko Sartono, serta Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan dan sejumlah pejabat lainnya.

Usai dilakukannya penyerahan para jenazah kepada pihak keluarga, selanjutnya puluhan warga yang masih berada di Puskesmas Kecamatan Wonoayu, melakukan doa bersama dilokasi. Dengan harapan, para jenazah korban musibah kecelakaan mendapatkan tempat yang layak di sisiNya (Tuhan YME).

Bupati Sidoarjo, H Saifulillah dalam penghormatan terakhirnya dihadapan para jenazah serta sejumlah keluarga korban yang hadir, menyampaikan rasa bela sungkawa mendalam, atas musibah yang telah menimpa keluarga mereka (para korban, red).

"Semoga amal kebaikan korban meninggal, diterima di sisiNya. Saya pun berharap, bagi keluarga yang ditinggakan, senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran," ucap, Abah Ipul, sebutan akrab Bupati dua periode ini, di depan para anggota keluarga korban.

Dikonfirmasi secara terpisah, salah satu kerabat dekat keluarga korban yang tidak mau namanya dimediakan, mengatakan, bahwa dirinya mengaku sangat kaget setelah menerima kabar rombongan bus yang ditumpangi keluarganya itu masuk ke jurang. Saat itu, ia mencoba menghubungi via seluler. Tapi tidak bisa tersambung.

"Saya kaget campur perasaan tidak percaya ketika mendengar kabar itu. Sebab, sebelumnya tidak ada firasat aneh sedikitpun," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ke enam identitas korban meninggal dunia yakni, H. Suwandi (54) dan anaknya Ica Susilowati (23) warga Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Ria Resbara (25) warga Beciro Ngengor, Wonoayu, Hj Zahro (55) warga Desa Ketimang, Wonoayu, Puji Haryanto (60), warga Desa Padangan, Tulangan serta satu pelajar dari Wonoayu, yakni
Ega Nanda (10).

Sedangkan data korban luka yang masih menjalani rawat inap di RSUD Karanganyar, Jawa Tengah. Diantaranya, Javier (7) luka ringan dan sudah membaik, Ardi (9) luka ringan dan sudah membaik, Anik Handayani (57) luka pada kepala, Dwi Rahayu (54) luka pada pinggang, kepala mengalami pusing, dan mual dan Agustin (32) luka bagian kepala dan patah tulang.

Ditambahkan lagi, yakni Syaiful Anom (40) luka pada bahu, Sofiana (32) luka pada bagian tangan, Riasih (35) luka pada bagian tangan, Sugiarto (40) mengalami luka memar pada dada, Murdiana (35) mengalami pata tulang di bagian bahu dan M Yusuf (35) yang kondisinya kepala mengalami pusing, dan muntah. (ss/rif)

Posting Komentar