Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : kasie Pemberantasan (Brantas) Kompol Toto dan Kepala BNNK Depok AKBP Hesti Cahyasari dan Pelaku (pakai baju tahanan kuning)

Depok-Memo. Genderang perang atensi Kapolri Jendral Polisi Drs H. M Tito Karnavian, terhadap maraknya peredaran Narkotika di tanah air, rupanya terus direspon positif oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok.

Terbukti, kendati berkali kali pengguna dan pengedar narkoba gol 1 jenis sabu- sabu (SS), di wilayah hukum Kota Depok berhasil dibekuk oleh jajaran Tim Pemberantas yang di komadoi Kasie (Brantas) Kompol Toto Susilo . upaya pemberantasan terhadap pengguna dan jaringan pengedar barang haram tersebut terus digalakkan hingga titik optimal.

Tiga pelaku pengedar shabu dan ganja di kawasan Limo dan Bojonggede, Selasa (31/1), ditangkap anggota Tim Seksi Pemberantasan (Brantas) Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Depok. Petugas menyita shabu seberat brutto 1,22 gram dan ganja bruto 10,32 gram senilai jutaan rupiah.

Kepala BNN Kota Depok, AKBP Dra.  Hesti Cahyasari  SH,  MM, menyampaikan, penangakapan ini berawal info dari masyarakat. Diketahui ada suatu tempat yang dijadikan tempat pengedara narkoba. Tim Brantas pun langsung melakukan infestigasi dilapangan.

Hasilnya, di dua lokasi berbeda petugas berhasil mengamankan PWS,29, sopir pribadi, di daerah Limo RT.004/009, Limo Kota Depok, dan MF alias Konda,20, serta AF,32, ditangkap di kawasan Komplek Pertanian Atsiri Permai, Desa Raga Jaya, Bojonggede.

Operasi penyamaran anggota langsung dipimpin Kasie brantas Kompol Toto Susilo ini membuat para pelaku tidak berkutik saat digrebek, "Para pelaku yang ditangkap merupakan beda jaringan. Selain itu sasaran jual ganja ke kalangan pelajar,"terang, Kompol Toto mendampingi AKBP Hesti Cahyasari pada media.

Mantan penyidik Tipikor Mabes Polri ini mengaku pelaku PWS ditangkap petugas saat akan menjual sabu seberat 1,22 gram kepada petugas yang menyamar. Sama dengan dua pelaku lainnya yaitu MF alias Konde dan AF.

"Dari tangan PWS kita menyita uang tunai Rp 1 juta serta sabu yang akan dijual. Sedangkan MF dan AF ditangkap bersamaan usai menghisap ganja di rumahnya daerah Bojonggede," ungkapnya.

AKBP Hesti Cahayasari menambahkan, keterangan pelaku MF menjadi pengedar dimulai sejak lulus SMA tahun 2014 silam. Selain mengedarkan juga dirinya sebagai pemakai.

"Sasaran peredaran ganja oleh pelaku ke kalangan pelajar dan remaja. Dengan sistem memesan melalui sosial media (sosmed) baru barang diantar sama AF selaku kurir. Perpaket ganja yang dijual pelaku Rp.50 ribu,"ungkap, Kepala BNNK Depok.

Sementara itu dari hasil data yang diperoleh BNN maupun kasus narkoba Polresta Depok peredaran narkoba di Kota Depok sudah tahap darurat. "Peredaran narkoba yang paling mudah kepada kalangan pelajar. Untuk itu kita meminta stakholder untuk bersinergi dan menekan peredarannya di Kota Depok," tambahnya.

Selain itu, Hesti juga gencar melakukan penyuluhan dan pemahaman tetang narkoba ke sekolah-sekolah sebagai bentuk antisipasi peredaran narkoba khususnya lingkungan sekolah.

"Nanti kita juga akan melakukan tes urine di sekolah maupun institusi lembaga pemerintah lembaga sebagai upaya pencegahan dini terhadap peredaran narkoba,"tutupnya.

"Barang bukti yang berhasil disita petugas untuk pelaku PWS diamankan hp dan uang tunai 1 juta, sedangkan MF alias Konde dan AF satu liting ganja dan tiga bungkus ganja berat 10,32 gram. Ketiga pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotoka dengan ancaman diataa 10 tahun." tegasnya.

Atas perbuatanya kini pelaku menjalani proses hukum lebih lanjut. (Ded/rif)

Posting Komentar