Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

  
Foto : Dua Staf Mega Karaoke ditetapkan sebagai tersangka penyedia penari striptis.

Surabaya-Memo. Para penari striptis di Mega Karaoke di Jl Ngaglik KAV 17/4 Kapasari, Genteng Surabaya, yang digerebek Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya, Jumat (17/2/2017) dini hari, mengaku bekerja secara profesional meski hanya menari menggunakan pakaian dalam saja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Henny Sulistyowati alias Vero salah satu penari striptis saat memberikan pernyataan didepan petugas, Sabtu (18/2/2017). "Saya dipaksa oleh tamu untuk buka baju."dalihnya, dihadapan petugas.

Saat disinggung kenapa tidak melawan bila ada pemaksaan dari pelanggan, dirinya mengaku bekerja secara profesional. "Ya saya bekerja secara profesional, apalagi disana juga tidak ada anjuran atau larangan begitu (Striptis)." ucap, wanita berambut pirang ini.

Henny juga mengaku, bahwa dalam melakukan aksi tari striptis sendiri, semua pekerja (Purel) di Cafe Mega bertarif Rp60 ribu per jam. "Tarifnya satu jam Rp 60 ribu, kami juga mendapat tips dari tamu," tuturnya.

Hingga saat ini, petugas telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni, koordinator penari (Mami) Nana Suryawati (36th) warga Jl Pagesangan IV dan Eka Bayu Prasetyo (26th) warga Jl Manukan A-1. Sementara tiga penari yakni Henny Sulistyowati alias Vero, Elinda Sutanto alias Siska dan Anik Dwi Rahayu alias Tania dijadikan Saksi.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguno menyampaikan, tidak menutup kemungkinan akan terdapat tersangka lain," kami masih melakukan pendalaman, besar kemungkinan akan ada tersangka lainnya."tegasnya, pada media. 

Terungkapnya ada penyajian tari striptis di Mega Karaoke pada hari Jumat dini hari, kini senter terdengar kabar bahwa Mega Karaoke di backup oleh oknum wartawan di salah satu Surat Kabar Mingguan. tak pelak tempat hiburan yang mempunyai ijin Karaoke keluarga ini walau dalam prakteknya terbukti menyediakan wanita berpenampilan seksi dan minuman berakohol tetap adem ayem tanpa tersentuh oleh petugas penegak Perda yakni Satpol PP.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Surabaya masih mengembangkan Dua Staf Mega Karaoke yang kini ditetapkan tersangka namun siapa yang paling bertanggung jawab atas penyediaan aktifitas pornografi tersebut. (dd/rif)

Posting Komentar