Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan, secara simbolis memberikan asupan gizi kepada warga

Sidoarjo-Memo. Walau terbilang baru 4 tahun berdiri ditengah-tengah masyarakat Rumah Sehat Baznas-PGN-Al Chusnaini yang terletak di Desa Klopo Sepuluh, Kecamatan Sukodono Sidoarjo, banyak membantu didalam tingkat kesehatan. Itu dibuktikan Rumah Sehat Baznas PGN-Al Chusnaini dengan program sosialnya mengutamakan layanan pengobatan gratis kini pasien yang menjadi member mencapai 10 ribu orang.

Layanan kesehatan gratis yang dinamakan Rumah Sehat tersebut untuk melayani warga miskin di wilayah Sidoarjo. Rumah Sehat juga melayani pasien emergency yang dibebaskan dari segala biaya dan tidak pandang bulu.

Hadir pula dalam acara seminar hidup sehat dengan diabetes melitus, Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Wawan ini berkenan memberikam paket gizi secara simbolis kepada warga miskin.

"kami berharap ini menjadi inspirasi pelayanan terhadap masyarakat tidak mampu."tutur, Ketua DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan, pada memojatim.

Politisi muda dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini juga menambahkan, "upaya meningkatkan pelayanan dan fasilitas masih menjadi fokus kami."tuturnya.

Manager Humas Rumah Sehat Baznas PGN-Al Chusnaini Iqbal Faizin menambahkan, untuk penyuluhan pihaknya menerjunkan tim medis, dokter dan lainnya. Kemudian mengundang warga di salah satu daerah untuk diberi penyuluhan tentang kesehatan.

Sedangkan untuk pasien emergency tetap dilayani dan tidak mengenal kalangan, apakah miskin atau tidak. Petugas dari Rumah Sehat juga memberi penyuluhan ke seluruh wilayah Jawa Timur.

Iqbal menjelaskan, pasien yang berobat di Rumah Sehat tidak dipungut biaya. Sehingga tidak disediakan loket chasier pembayaran.

"Kini Rumah Sehat Baznas-PGN-Al Chusnaini sudah mempunyai rawat inap, rawat jalan dan fasilitas lainnya. Kita siapkan 10 bed rawat inap untuk pasien miskin." papar, Iqbal.

Sedangkan setiap harinya, Rumah Sehat yang berdiri tahun 2012 ini melayani sekitar 100 pasien rawat jalan dan empat rawat inap. Tahun 2012, Rumah Sehat sudah mempunyai sebanyak 500 KK (Kepala Keluarga) atau sekitar 900 jiwa yang menjadi member, kini sudah mencapai 10 ribu jiwa dari warga miskin.

Dibangunnya Rumah Sehat tanpa chasier tersebut merupakan kerjasama antara Perusahaan Gas Nasional (PGN), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Yayasan Al Chusnaini. Untuk pembangunan gedung dibiayai oleh PGN, lahan yang digunakan merupakan tanah wakaf dari Yayasan Al Chusnaini dan untuk biaya operasional ditanggung oleh Baznas.

Iqbal mengatakan layanan gratis yang diberikan mulai dari pencegahan hingga pemulihan kesehatan yang terbagi dua jenis. Pertama, layanan di ruangan dan kedua luar ruangan.

Layanan di ruangan terdiri atas layanan dokter umum, UGD, Poliklinik gigi dan mulut,  layanan dokter spesialis, konsultasi psikologi dan perkawinan, unit farmasi, layanan ambulans, laboratorium, USG, rawat inap dan khitan massal.

Sedangkan untuk layanan luar ruang diwujudkan dalam program seperti Pondok Sehat Terpadu, masyarakat tanggap bencana, program komunitas sehat, program ukhuwah kesehatan, sentra kesehatan, program anak sekolah sehat.

"Kita juga mendatangi kantong-kantong warga miskin, untuk pasien yang sudah menjadi member mencapai 10 ribu orang." jelas, Manager Rumah Sehat Baznas PGN-Al Chunaini, Iqbal Faizin, pada media. (*/mel/rif)

Posting Komentar