Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Wakasat Reskrim Kompol Bayu Indra Wiguno menunjukan Barang Bukti dan pelaku (ed)

Surabaya-Memo. Tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil melumpuhkan dua residivis kambuhan spesial pencuri kendaraan bermotor. Kedua pelaku terpaksa ditembak kaki kanannya, karena berusaha melawan petugas  saat akan dilakukan penangkapan.

Kedua tersangka itu adalah Nanang Khosim (30th), warga jalan Dukuh Kupang Surabaya dan Muhammad Ridhoi (20th), warga Tanah Merah Bangkalan Madura. Mereka merupakan buron atas sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Surabaya.

Dari hasil penyidikan, setidaknya selama 6 bulan, komplotan ini sudah berhasil menggasak 7 sepeda motor di tempat berbeda. Dan yang paling baru adalah mencuri Honda Vario AG 3237 DC di jalan Tanjungsari III Surabaya, pada 18 Januari lalu.

Kompol Bayu Indra Wiguno, Wakasat Reksrim Polrestabes Surabaya menyampaikan, "sepak terjang komplotan ini akhirnya bisa dihentikan polisi, setelah adanya laporan warga. terkait posisi tersangka beserta barang bukti hasil pencurian, saat akan dijual ke penadah di Madura."terangnya, pada media jumat (21/01) dihalaman Polrestabes Surabaya.

Dari laporan inilah kemudian pihak kepolisian langsung melakukan penangkapan. Namun karena berusaha melawan dan mau melarikan diri akhirnya petugas memberikan hadiah tembakan pada kaki kanan kedua resedivis ini.

Menurut polisi, keahlian mencuri kendaraan bermotor ini didapat tersangka dari rekannya sesama tahanan saat mendekam di penjara.Selain mengamankan kedua tersangka, polisi menyita pula satu unit sepeda motor hasil kejahatan, yang belum sempat dijual, serta puluhan kunci leter T dan beberapa peralatan untuk membongkar gembok.

Untuk mepertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pria putus sekolah ini akan dikenakan pasal tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara. (ed/rif)

Posting Komentar