Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Seperti yang pernah diberitakan oleh media ini sebelumnya, Kasus meninggalnya Mochamad Djohan Arifin, warga Jalan Sidosermo Surabaya, yang jenazahnya ditemukan di Sungai Kalimas, dekat Taman Prestasi, beberapa hari lalu, ternyata kasus penganiayaan berujung kematian.

Sebelumnya, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung, di Sungai Kalimas Surabaya Senin pagi. Saat ditemukan mayat sudah dalam kondisi membusuk, sehingga polisi masih melakukan proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Kuat dugaan, jenazah tersebut adalah korban pembunuhan, dikarenakan pihak keluarga mengatakan, bahwa pria tersebut terakhir kali pergi bersama teman-temannya untuk pesta minuman keras saat malam tahun baru.

Apa yang didugakan ternyata benar, petugas berhasil mengungkap misteri meninggal nya korban. Petugas berhasil mengamankan Dua dari empat orang tersangka pembunuhan ini telah ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dua tersangka adalah Ramadhan alias Untung (53th) dan Farid Majulana (26th) sedang Dua tersangka lainnya ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pengeroyokan yang mengakibatkan korban Djohan tenggelam tersebut, bermula saat para tersangka bersama korban minum-minuman keras di Cafe SO Jalan Kayon. Setelah mabuk, korban dan tersangka berjoget di depan panggung. Saat berjoget itu, korban menyenggol tersangka Farid. Selanjutnya, tersangka Farid mengajak korban keluar cafe, tapi korban tidak mau. Akhirnya tersangka Farid mendorong korban ke arah pintu cafe, hingga korban menabrak pintu cafe dan terjatuh.

Tersangka Farid kemudian memukul korban berkali-kali di bagian kepala korban, hingga teman-teman tersangka ikut menghajar. Korban terdesak karena kalah jumlah dalam perkelahian itu, sehingga dia sampai terpojok di bibir sungai hingga terjebur.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, "petunjuk polisi pertama kali adalah hasil outopsi yang menunjukkan ada rembesan luka di bibir bagian dalam, telinga kiri, dan kepala."terang, AKBP Shinto Silitonga pada media.

Hingga saat ini polisi masih memburu dua pelaku lain yang diduga lari ke luar kota. Sementara kedua tersangka yang telah diamankan, bakal menjalani proses hukum lebih lanjut dengan dijerat pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan Bersama dan pasal 338 tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup. (ed/rif)

Posting Komentar