Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Bojonegoro-Memo. Operasi Pekat terus digalakan oleh Polres Bojonegoro. Bukan tanpa alasan operasi pekat dilakukan itu karena maraknya perjudian di wilayah hukum Polres Bojonegoro Membuat Jajaran Polres Bojonegoro harus giat adakan Operasi Penyakit Masyarakat(pekat).

Sat Reskrim Polres melalui Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Bojonegoro berhasil ringkus pelaku judi togel pukul 16.00 WIB di Drokilo Rt. 21/01 Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Peristiwa yang berawal ketika petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya judi togel di Desa Drokilo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas mengadakan lidik dan menemukan fakta bahwa seseorang berinisial DE (47th) merupakan pengecer yang menerima tombokan judi togel melalui sms dari HP.

Setelah mendapat sms, Tersangka DE meneruskan sms tombokan judi togel tersebut kepada pengepul berinisial P yang statusnya masih dalam pencarian.

Kemudian uang taruhan dari penombok dibayar setiap hari Minggu pukul 12.00 WIB, lalu DE menyerahkan uang tombokan kepada P setiap hari Selasa dan Jum'at.

"Dengan kejadian tersebut, tersangka mendapat keuntungan 15 persen dari total uang tombokan yang masuk", terang Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Selanjutnya sekira jm 16.00 WIB, petugas melakukan peringkusan kepada Tersangka dirumahnya dan ditemukan barang bukti diantaranya adalah HP Nokia hitam berisi sms tombokan serta uang 135 ribu rupiah.

"Saat ini petugas telah mengamankan tersangka beserta barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dan untuk tersangka akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang hukum perjudian dan dikenakan hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal 25 juta rupiah", ujar Kapolres.

Dengan penggalakan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat)ini diharapakan, dapat mengurangi apa yang menjadi keresahan masyarakat khususnya di Bojonegoro. (bul/kus)

Posting Komentar