Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


foto : Tersangka menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Mapolresta Sidoarjo. (Kmd)

Sidoarjo- memo. Nasib sial dialami Jafri Firmansya alias Jefry bin Matrai, warga Desa Karangbong Kecamatan Gedangan. Pria (24th) yang berprofesi sebagai sopir angkutan luar kota itu disergap Tim Satnarkoba Polresta Sidoarjo atas tuduhan telah mengedarkan narkotika jenis sabu.

Informasi yang dihimpun Memojatim menyebutkan, tersangka ini ditangkap petugas di Jl Raya Gedangan sesaat sedang menunggu seseorang yang sebelumnya telah memesan beberapa poket sabu darinya. Tak sadar gerak geriknya sudah dipantau petugas, tersangka terus asik bersantai di depan PT Pusaka Gedangan, sambil menunggu pembeli datang. Namun, setelah dipastikan ciri-ciri pria sesuai informasi yang didapat petugas, selang berikutnya dilakukan penangkapan. Hasilnya, Polisi menemukan 5 poket sabu seberat 1,74 gram disimpan dalam bungkus rokok Sampurna Mild merah yang disembuyikan di saku jakcet tersangka. Selanjutnya, tersangka berikut barang buktinya diamankan dan dibawa ke Mapolresta Sidoarjo, guna proses hukum lebih lanjut.

Dikonfirmasi di ruangannya, Kasatnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto, membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan pula, sebelum dilakukannya penangkapan kepada tersangka. Pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat, bahwa ada seseorang dengan ciri ciri khusus akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu di sekitar kawasan Jl Raya Gedangan. Berdasarkan keterangan yang didapat, petugas bergegas melakukan penyelidikan menuju ke lokasi dimaksud.

"Pria ini berhasil kita amankan dengan sejumlah barang bukti sabu, kita sita dari tangannya. Saat ini, tersangka berikut barang buktinya sudah kita amankan untuk dilakukan proses pemeriksaan sesuai prosedur hukum,"terangnya, Selasa (3/1).

Mantan Kanit IV Subdit II Ditresnarkoba ini menambahkan, dihadapan penyidik tersangka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial AG dengan cara diranjau dan ditempatkan di depan pagar SDN III Pucang. Tersangka membeli barang dari AG 5 poketnya seharga Rp 2,5 juta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

"Sedangkan terhadap AG, hingga kini masih terus kita lakukan pemburuhan masuk daftar pencarian orang (DPO)," tegas dia.(kmd/rif)

Posting Komentar