Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Sidoarjo-Memo. Genderang perang yang ditabuh Kapolri Jendral Polisi Drs H. M Tito Karnavian, terhadap maraknya jaringan peredaran Narkotika di tanah air,  terus direspon positif oleh Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sidoarjo.

Kemarin, Senin (30/1) Satu pengguna dan empat kawanan pria, yang diduga kuat sebagai tersangka jaringan pengedar Narkotika jenis ganja berhasil diringkus Satuan Narkoba (Satnatkoba) Polresta Sidoarjo.

Mereka terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diketahui bernama Moch Ibnu Hajar (24th), warga Desa Semambung Kecamatan Wonoayu dan Yeyen Dwi Cahyono (21th), warga Dusun Klinter Desa Banjarwungu Kecamatan Tarik. Dua tersangka ini, merupakan jaringan yang kerap beroprasi di kawasan Sidoarjo barat atau lebih tepatnya, di wilayah Kecamatan Tarik dan Wonoayu.

Sedangkan kelompok kedua adalah Zulbi Maulana Afgani (22th), warga Dusun Nyamplung Desa Sumokali Kecamatan Candi, Benny Sulaiman (20th), warga Desa Kedung kendo, Candi dan seorang pengguna narkotika jenis ganja, yakni Faisol (25th) alias Fe. Mereka termasuk kelompok jaringan pengedar ganja di wilayah Sidoarjo Selatan, yakni Kecamatan Candi dan Tanggulangin, dengan sasaran sejumlah pelajar.

Informasi yang dihimpun, penangkapan terhadap kelima tersangka itu, bermula informasi yang diterima dari masyarakat. Selanjutnya, laporan tersebut ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan ke sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tongkrongan oleh para tersangka. Zulbi, ditangkap di teras rumahnya di Dusun Nyamplung Desa Sumokali, Candi. Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka Zulbi, ditemukan barang bukti berupa 2 buah plastik klip berisi narkotika jenis ganja berat seberat 3,93 gram.

Tak hanya itu, pengakuan Zulbi membuat polisi berhasil membongkar jaringan selanjutnya, yakni Benny Sulaiman. Pria warga asal Desa Kedungkendo, Candi ini ditangkap saat berada di dalam kamar kos Gg Comsis Desa Pecalukan Kecamatan Prigen, Pasuruan. Namun, hasil dari pengejaran Benny, polisi belum bisa menemukan jaringan tersangka berikutnya NY, karena sebelumnya, NY lebih dahulu kabur ke Kalimantan.

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto, pada saat press rilisnya membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, mereka terbagi dua kelompok. Yakni kelompok wilayah Candi, Tanggulangin dan Wilayah Wonoayu, Tarik. Aksi mereka juga sudah lama diintai tim unit narkoba. Dari beberapa tersangka itu, ditangkap di lokasi berbeda.

"Jika ke empatnya belum tertangkap, mereka akan lebih leluasa membuat jaringan- jaringan baru. Apalagi sasaran mereka termasuk para pelajar. Hal ini tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

Kompol Sugeng menambahkan, salah satu dari kelima foto itu hanya pengguna dan masih dalam pemeriksaan. Inisialnya adalah F.

Seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya, masih kata Sugeng, tim Satnarkoba juga telah menangkap dua tersangka lainnya. Mereka adalah Ibnu Hajar dan Yeyen, yang mana dalam hal ini kedua tersangka sering beroprasi di wilayah Sidoarjo barat.

"Saat ini, para tersangka berikut barang buktinya sudah kita amankan di Mapolresta Sidoarjo, guna proses hukum lebih lanjut," ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menyita sejumlah barang bukti ganja dengan total keseluruhan seberat 60 gram. Diantaranya, 2 buah bungkus plastik kecil berisi ganja seberat 3,93 gram, 5 bungkus plastik klip kecil berisi ganja seberat 10,64 gram, 22 buah bungkus plastik klip kecil berisi ganja 42,09 gram, serta 1 bungkus plastik klip kecil berisi 1,78 gram.

"Sedangkan terhadap tersangka NY, hingga kini masih tetap kita buru," tegasnya, sambil menerangkan para tersangka akan dijerat pasal tentang Narkotika.(kmd/rif)

Posting Komentar