Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Sugiarto, saat usai dilakukan pemeriksaan di Kejari Sidoarjo (rif)

Sidoarjo-Memo. Pelaporan terkait kucuran dana Bantuan Sosial (Bansos) 2013, oleh 32 Kepala Desa dari 12 Kecamatan se-Sidoarjo, Kini berbuntut pemanggilan Dua orang yang diduga terlibat korupsi dana Bansos.

Kejaksaan Negeri Sidoarjo Jawa Timur, memeriksa dua orang yakni, drg Anang dan Sugiarto Keduanya disebut-sebut sebagai koordinator penerimaan dana bansos. Pemeriksaan berlangsung di Kantor Kejari Sidoarjo, pada hari Senin (23/01) sejak pukul kurang lebih 12:00 wib. Penyidik mengkonfrontasi mereka dengan 15 kepala desa yang menjadi saksi dalam kasus tersebut. Dalam proses pemeriksaan keduanya yang paling lama dilakukan pemeriksaan terutama, drg Anang yang merupakan mantan Kepala Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan Sidoarjo.

Kepala Kejari Sidoarjo M Sunarto menyampaikan, "Kami konfrontasi untuk mempercepat proses penyidikan,"tutur, Sunarto.

Kejadian itu berawal dari kepengurusan Pokmas yang sengaja dikumpulkan oleh tiga koordinator (nama masih di rahasiakan), untuk mendapatkan informasi terkait penerimaan bantuan sosial dari Pemrov Jatim. Mereka, saat itu diminta untuk membuka rekening Bank Jatim untuk proses pencairan.

"Setelah membuka rekening, para ketua Pokmas menyerahkan nomor rekening ke koordinator Pokmas tersebut. Namun, pada saat pencairan dana bansos yang sudah diketahui sebelumnya, ternyata dana tersebut sudah terpotong. Sehingga berdampak pada pembangunan desa," ungkap, mantan Kajari Jombang ini pada media.

Dari keterangan sementara, dana Bansos yang didapat masing-masing desa bervariasi. Ada yang mencapai Rp. 150 juta, Rp. 170 juta hingga Rp. 200 juta. Sementara, untuk pemotongan dana bansos sendiri juga bervariasi. Diperkirakan mencapai 60 hingga 80 persen dari jumlah dana bansos yang diturunkan oleh Pemprov Jatim.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo menaikkan status pemeriksaan dari penyelidikan menjadi penyidikan. (kmd/rif)

Posting Komentar