Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Sampang-Memo. Kondisi Pasar Pangarengan Sampang tanpak sepi walaupun pembangunan sudah dibilang seratus persen sudah selesai dan siap untuk opening. Namun nyatanya sampai saat ini kondisi pasar belum dibuka oleh Dispendaloka Kabupaten Sampang. Menurut info yang berhasil dihimpun oleh memojatim, belum dibukanya Pasar Pakarengan ini dikarekan adanya penolakan oleh Pedagang lama dan Karang Taruna setempat.

Pasalnya, Pedagang dan Karang Taruna setempat, menuding Dispendaloka selaku instansi pengelola pasar tidak transparan dalam  pengelolahan pasar Pangarengan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Moch Hosen mengatakan, "Selama ini tidak ada transparansi dari Dispendaloka Kabupaten Sampang, dalam penentuan data nama-nama pedagang untuk menempati kios baru. Bahkan kami telah berusaha mengajak bermusyawarah berkali-kali namun pihak Dispendaloka selalu terdiam, tidak mau dan menghindar."ungkapnya, pada memojatim.

Sementara di tempat yang berbeda Kepala Dispendaloka saat di konfirmasi dikantornya sedang tidak ada ditempat.

Mangkraknya Pasar Pangarengan karena sampai saat ini belum ada titik temu antara pedagang, Karang Taruna dan Dispendaloka. Pasar yang ditutup sejak tanggal 03 Januari 2017 lalu oleh pihak Dispendaloka Kabupaten Sampang, dianggap kurangnya sosialisasi kepada para pedagang lama yang sudah puluhan tahun menempati dan berjualan disana. Namun setelah pembangunan pasar selesai banyak pendagang baru yang masuk sehingga pedagang lama banyak yang tidak mendapatkan hak nya.

" tuntutan kami sebagai karang taruna desa setempat mewakili pedagang, meminta agar segera dilakukan rapat terbuka, dan meminta untuk dibentuk tim baru."tegas, Moch Hosen.

Ketua Karang Taruna Moch Hosen berharap miss komunikasi ini segera bisa berakhir dan pedagang bisa segera berjualan kembali seperti semula tanpa ada yang terdampak. (hlm/rif)

Posting Komentar