Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Seorang tersangka di Polsek Tulangan, Empat tersangka diamankan di Mapolsekta Sidoarjo. (Kmd/rif)

Sidoarjo-Memo. Genderang perang yang ditabuh Kapolri Jendral Polisi Drs H. M Tito Karnavian, terhadap maraknya perdaran Narkotika di tanah air, rupanya terus direspon positif oleh Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sidoarjo.

Terbukti, kendati berkali kali pengguna dan pengedar narkoba gol 1 jenis sabu- sabu (SS), di wilayah Kota Delta berhasil digulung. Namun, upaya pemberantasan terhadap pengguna dan jaringan pengedar barang haram tersebut terus digalakkan hingga titik optimal.

Kemarin (20/1), dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, 2 Polsek jajaran Polresta Sidoarjo, kembali meringkus beberapa orang tersangka jaringan pengguna dan pengedar Sabu, Yakni Polsek Tulangan dan Polsek Sidoarjo Kota.

Tersangka atas nama Nanang Heri Kustono (36th) alias Anang, warga Desa Medaeng Kecamatan Waru diamankan Unit Reskrim Polsek Tulangan, atas dugaan sebagai pengguna dan pengedar narkoba gol 1 jenis sabu.

Penangkapan terhadap tersangka Anang ini, diungkapkan Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah Basri, yang menyatakan berawal dari informasi dari masyarakat. Bahwa
di sebuah rumah kost di Desa Sugihwaras Kecamatan Candi, sering ada orang tak dikenal keluar masuk kos dengan kondisi pintu selalu dalam keadaan tertutup.

Dari kejanggalan yang kerap kali dijumpai warga itu, kemudian salah satu penghuni kos yang kebetulan satu lingkungan menyampaikan kabar itu ke warga setempat. Selanjutnya, oleh warga laporan itu diteruskan ke polisi, hingga dilakukan pengintaian. Semakin penasaran dengan apa yang dilakukan si penghuni kos, lantas petugas mencoba masuk dan didapati 2 orang sedang memegang alat bong. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 3 kantong plastik kecil yang berisi Sabu seberat 2,42 gram.

"Saat ini, tersangka berserta berikut barang buktinya sudah kita amankan di Mapolsek, guna proses hukum lebih lanjut," ungkap AKP Nadzir, Selasa (24/1), sambil menerangkan tersangka terancam dijerat Pasal 114 dan atau 112  ayat (1) UU NO.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, 4 kawanan jaringan pengguna dan pengedar SS atau sabu, juga berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Sidoarjo Kota. Diantaranya,M Romin (30th) alias Ambon, warga Dusun Karang Rejo Kelurahan Wonokasian Kecamatam Wonoayu, Moch Erwanto (34th) alias Lambe, warga Dusun Ngingas Barat Kecamatan Krian, Sugeng Priyanto (38th) alias Kucing, warga Dusun Magersari, Krian, serta Novi Dwi Wardani (22th) warga Dusun Kletek Desa Baureno Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Mereka ditangkap di lokasi berbeda. Mulanya, petugas mengamankan Ambon di Jl Raya Saimbang, tepatnya di depan warung bakso solo Desa Kebon Agung Kecamatan Sukodono, dengan barang bukti berupa 1 kantong plastik kecil berisikan sabu seberat 0'27 gram. Dari hasil keterangan Ambon, polisi mengatongi nama Erwanto alias Lambe, yang diduga kuat sebagai pemasok barang ke Ambon.

Kemudian Ambon dikeler untuk menunjukkan tempat kos Lambe, di Desa Semambung, Wonoayu. Sesampainya di lokasi dimaksud, polisi memergoki 2 pria (Sugeng dan Novi, red) yang baru selesai mengkonsumsi sabu. Tak puas karena tersangka Lambe belum diketemukan, lantas ketiga tersangka dikeler kembali untuk mencaritahu keberadaan Lambe di tempat kosnya yang lain, yakni di Desa Bakalan Kecamatan Balongbendo.

Setibanya dilokasi, polisi kembali dibikin capek oleh Lambe, lantaran keberadaannya yang berpindah- pindah tempat. Namun, polisi tidak kehabisan akal. Lambe dipancing agar keluar, dengan cara dihubungi melalui selulernya Sugeng dan dikabarkan, bahwa Sugeng dan Novi berada di Puskesmas Wonoayu, akibat kecelakaan. Tak berselang lama, Lambe pun datang di puskesmas dan selanjutnya petugas pun menangkapnya.

Kapolsekta Sidoarjo, Kompol Rochsulullah, SH, membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, selain barang bukti SS, polisi juga menemukan daun ganja kering seberat 2, 27 gram, di simpan di saku celana salah satu tersangka. sebelum dilakukan penangkapan terhadap para tersangka, mereka diketahui terlebih dahulu berpesta sabu dan miras merk Marteel dan Chivas Regal di rumah Ambon, yang kemudian dilanjutkan lagi berpesta sabu dan miras di salah satu rumah kos di Desa Semambung, Wonoayu.

"Saat ini, ke empat tersangka berikut barang buktinya telah kita amankan di Mapolsek," ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, 1 kantong plastik kecil berisi narkoba jenis sabu dengan berat 0,27 gram, 1 buah timbangan elektrik merk camry, 1 buah HP Nokia warna silver, 1 buah HP merk I Chery warna putih, 1 buah HP merk Samsung warna hitam kombinasi putih, 1 buah HP merk Samsung warna merah, 1 buah HP merk Samsung warna putih, 1 buah HP merk Asus warna hitam kombinasi biru, 1 buah HP merk Nokia warna hitam, 7 buah korek api gas, 2 buah bong dan pipet alat pembakaran sabu yang masih terdapat sisa sabu, 50 buah bungkusan plastik kecil untuk penjualan sabu, 40 buah alat sedotan warna putih untuk menghisap sabu, 55 batang alat berupa filter rokok, serta 1 bungkus daun ganja kering dengan berat 2,27 gram.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kita jerat Pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009, tentang Narkotika," tegasnya.(kmd/rif)

Posting Komentar