Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Pembunuhan disertai perampokan pada tanggal (19/12) lalu, yang menimpa korban Yayuk perempuan bekerja di salah satu Mall di Surabaya sebagai Seles Promotion Grill (SPG) Ramayana. Korban tewas dengan luka bekas sabetan benda tajam dileher serta bagian tubuh lainnya, pelaku tak lain adalah teman dekat korban yakni berinisial ES dan CD, Eronisnya kedua pelaku masih berstatus pelajar SMA.

Jazat korban ditemukan Tiga hari setelah kejadian naas menimpanya di taman magrof Wonorejo Surabaya, tanggal (22/12) lalu. Namun berkat kesigapan petugas Unit Resmob Polrestabes Surabaya, hingga tak butuh waktu lama untuk mengungkap pembunuhan sadis tersebut.

Dari hasil penyidikan, Motif pembunuhan pelaku ingin merampas uang gaji dan mengambil motor milik korban. Kedua tersangka memang sudah merencanakan pembunuhan tersebut.  ES, salah satu tersangka memang merupakan teman dekat korban Yayuk. ES mengakui, dirinya menaruh hati pada korban.
Sampai pada saat 19 Desember lalu, ES mengajak rekannya CD untuk bertemu dengan Yayuk, dibawah jembatan Rolak Gunung Sari. ES sudah menyiapkan pisau penghabisan yang disimpan dibalik bajunya. Agar Yayuk tidak curiga, ES berdalih ingin memberinya kejutan.

Setibanya di lokasi, ES meminta Yayuk untuk menutup matanya. Setelah korban menutup mata, seketika CD, teman ES langsung menghujamkan pisau penghabisan tersebut ke dada Yayuk, namun korban masih berontak dan pelaku ES membekap tubuh Yayuk, kemudian CD langsung menggorok leher korban hingga korban tewas.

"Kedua pelaku juga merampas uang gajian milik korban, serta mengambil motor matic yang digunakan oleh korban. Sementara untuk menghilangkan jejak, dua pelaku tersebut membuang mayat korban ke sungai, sebelum akhirnya jenazah korban ditemukan di Hutan Mangrove 3 hari kemudian."ungkap, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal pada memojatim, Saptu (31/12) pukul 14:15 wib.  siang tadi dilapangan Mapolrestabes Surabaya.

Kini kedua pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dua pelajar SMA ini terancam dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(ed/rif)

Posting Komentar