Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Kapolresta, Kajari dan Kepala Pengadilan Negeri Sidoarjo saat MoU (yud)

Sidoarjo-Memo. Pengadilan Negeri Kabupaten Sidoarjo, akhirnya melaunching sistem Easy Tilang. Program inovasi hasil kerjasama dengan Polresta Sidoarjo dan Kejaksaan Negeri ( kejari), untuk memberikan kemudahan bagi para pelanggar lalu lintas baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang ditilang petugas Satuan Lalu Lintas.

Selain itu, program baru itu bakal meminimalisir penumpuk verstek dan denda yang disebabkan pelaku tilang tidak mengambil barang bukti dan tidak membayar dendanya. Disamping itu, juga mengurangi penumpukan sidang tilang yang biasanya berjubel setiap hari Jumat di Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Oleh karenanya, inovasi baru itu langsung dibuatkan nota kesepahaman (MoU) antara Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kejari, Polresta dan BRI Cabang Sidoarjo yang digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Sidoarjo.

"Inovasi ini untuk memprakarsai reformasi bidang hukum yang dicanangkan Presiden RI sekaligus mengurangi adanya praktek pungutan liar (pungli). Ini demi peningkatan pelayanan ke masyarakat" terang Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo, Ifa Sudewi .Kamis (01/12/2016)disela-sela konfrensi pers digedung Utama Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Lebih jauh, Ifa menguraikan ada 4 sektor rawan pungli berdasarkan hasil survei. Diantaranya pelayanan Lapas, Pelayanan Imigrasi, Pelayanan Tilang di Pengadilan dan Pelayanan Pengurusan SIM. Untuk mengurangi peran calo, serta berjubelnya peserta sidang tilang dan menghindari pungli diluncurkanlah program Easy Tilang itu.

"Pembayarannya bisa menggunakan 4 item yakni tunai, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) atau gesek maupun melalui SMS Banking. Perkembangannya bisa melalui mini market yang menyediakan dan kerjama dengan BRI. Jadi tilang dendanya bisa dibayar di lokasi dendanya ditentukan penyidik Lantas. Itu akan mengurangi berkas tilang yang menumpuk mencapai ribuan sepekan kemarin ada hampir 1.200 - 2.500 berkas," tambahnya.

Ditempat yang sama Kapolresta Sidoarjo, AKBP Muhammad Anwar Nasir menjelaskan Easy Tilang berbeda dengan E Tilang. Alasannya, easy tilang bakal mengurangi verstek dan penumpukan data tilang. Selain itu, petugas Lantas diberi kewenangan hakim menentukan dendanya da dibe kewenangan jaksa menjadi ekskutor di lapangan."Program ini akan menjadikan zero tunggakan, zero verstek dan pengambilan tilang. Karena kalau sudah bayar denda ke bank tinggal ditunjukkan ke petugas Lantas sudah bisa ambil barang bukti tilang. Jadi sangat baik untuk diterapkan," tegasnya.

Sementara Kepala Kejari Sidoarjo, M Sunarto menegaskan mengapresiasi inovasi itu. Apalagi, mengurangi dan meminimalisir verstek tilang dan dendanya ditentukan sesuai standar undang-undang terbaru. Oleh karenanya, mantan Aspidsus Kejati Gorontalo ini meminta jangan sampai ada sisa atau tunggakan. Denda tilang juga akan dinaikkan sesuai jumlah pelanggaran terberat. Jika 3 k tilang akan ditambah denda terberat ditambah 30 persen.

"Sesuai yang disepakati jangan ada sisa se sen pun. Karena itu akan menyebabkan kasus giro 1, giro 2 dan giro 3. Pokoknya sampai H-3 pelanggar lalai tak mengakui pelanggarannya ya disidangkan. Ini akan mengurangi verstek sampai 50 persen. Terakhir kalau uang sudah dibayarkan di rekening Kejari setiap Jumat akan dieksekusi disetorkan ke keuangan negara," pungkasnya.(yud/kmd)

Posting Komentar