Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Sidang putusan yang digelar di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, dalam kasus penganiayaan yang disertai pembunuhan korban Kopka Andi Pria Dwi Harsono dengan terdakwa Dandim 0812 Lamongan Letkol Ade Rizal Muharram. Sidang putusan dihadiri isteri korban yakni, Ika Sepdina dan keluarga korban serta anggota TNI AD satu angkatan dengan Kopka Andi.

Didalam persidangan Majelis hakim yang diketuai Letkol CHK Sugeng Sutrisno membacakan amar putusan setebal 160 halaman. Dengan sikap sempurna, Letkol Ade Rizal mendengarkan seluruh isi putusan Ketua Majelis Hakim.

Selama hampir 3 jam, Ketua Majelis Hakim membacakan putusan dan memutuskan terdakwa dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan dipecat dari kedinasan TNI AD. Hasil vonis ini lebih ringan 2 tahun dari tuntutan Oditur Militer yang menuntut terdakwa 5 tahun penjara dan dipecat dari dinas.

Terdakwa nampak dengan seksama mengikuti setiap rangkaian jalanya persidangan hingga selesai. Setelah dijatuhi vonis, terdakwa berkonsultasi dengan tim penasehat hukumnya dan menyatakan pikir-pikir. Sementara itu, isteri Kopka Andi merasa tidak puas dengan hasil keputusan majelis hakim yang lebih ringan dari tuntutan Oditur Militer. Meski begitu, pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya hasil keputusan dan senang terdakwa dipecat dari kedinasan.

Selain keluarga korban, rekan-rekan korban anggota TNI AD satu angkatan melakukan sujud syukur dengan menggelar tumpengan di halaman belakang Pengadilan Militer 3 Surabaya. "Tumpengan ini sebagai wujud syukur karena terdakwa divonis 3 tahun dan dipecat dari kedinasan."ujar, salah satu rombongan dari keluarga korban yang tak mau disebutkan namanya. (ed/rif)

Posting Komentar