Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Ki Sunarto saat melakukan Spiritual

Malang-Memo. Candi Sumber Awan yang berdiri di wilayah Singosari yang letaknya di desa Toyo Marto. Kereng timur gunung Harjuno ini banyak mengungkap takbir kebesaran peradapan tinggi leluhur kita.  Candi yang dalam serat negara kerta gama ini di sebut sebagai Candi katuranggan tentulah memiliki posisi yang sangat tinggi dalam tata relegius.

Candi yang berdiri di daerah Awuku tempat para brahmana memberikan pelajaran tentang ilmu kabudan di tanah kamardikan yang di utamakan sampe pada masa kebesaran kerajaan mojopahit. Dalam ajaran budha mahayana, sampe di kitab negara kertagama Prabu Hayamuruk terpesona hingga harus di minta segera  kembali ke pusat kerajaan majapahit karena saat berkunjung di Singosari terpesona dalam kesempurnaan ilmu tingkat tinggi hingga sampe satu bulan lamanya.

Sejarah telah menulis dengan tinta emasnya dalam serat para raton Empu Purwa begitu sangat sempurna dan tingginya ilmu beliau dalam ajaran budha mahayana, sehingga memiliki putri yang sangat elok dan cantiknya. Dalam ajaran tata laku kasampurnan sebagai wanita sehingga Kendedes mendapatkan kedudukan dalam trah Ratnaparamita yaitu Ratu yang penuh wibawa dan sangat bijaksana sebagai ibu negara di singhasari.

Nama Singosari yang terdahulu bernama Tumapel merupakan daerah kekuasaan kerajaan Kediri yang berkedudukan sebagai tanah sima atau tanah kamardikan bersetatus Awuku setingkat Kecamatan pada saat itu. Menurut tokoh budaya dan spiritual Ki Sunarto, timur yang legah di Dusun Biru yang letaknya tidak jauh dengan situs Sumber Awan ini menuturkan, bahwa nama tumapel dalam tutur ilmu jawa dapat di gambarkan sebagai pradusunan dempel tumapel sebagai padepokan Ki lurah badranaya tokoh punakawan yang selaku mengasuh satria dalam laku satria kapanditannya.terbukti bahwa di relief Candi Singosari, tertera tokoh punakawan.

Padepokan Wangon di mana Ki sunarto Timur legah bersama saudara tuanya Ki Djati kusuma yang juga budayawan  menuturkan bahwa Dusun Biru keberadaannya tidak bisa di pisahkan dengan Candi Sumber aAwan yang ada di Dusun Toyomarto. Karena di Wangon yang terletak di Dusun Biru ini dulu adalah tempat untuk menimba ilmu.

Bangunan-bangunan para pandita didirikan d tempat ini. Karena di Wangon ini ada situs Gua yang di sebut Gua Gedung Watu dan di sekitarnya ada Grohojan sumber Nagan atau Grajokan Sewu serta adanya Telaga Biru yang masyarakat sekitarnya masih sangat menghormati turun temurun hingga saat ini.

Sedangkan sedang Biru bisa juga di artikan sebagai Patertan Agung  Tumitahnya ilmu pamungkas yang di gambarkan sebagai istri Ki Lurah Semar yaitu Dewi Pudak Tunjung Biru.
Tokoh Kyai Semar yang sangat penting dalam pewayangan yang kedudukan setara dengan Sanyhang Tunggal, di sebut juga  dengan nama Eyhang Ismaya...mempunyai asma juga ki Lurah yang mempunyai arti Leluhuring Roh, begitu tingginya Beliu sebagai manusia kadewatan sumber dari segala sumber ilmu kasampurnan sejati, dengan trah Tunggul Jati Saloka Bawana..... (kus)

Posting Komentar