Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Bagian Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham Jatim mengakui masih kesulitan untuk memantau keberadaan warga asing yang setiap tahunnya masuk secara ilegal di Jawa Timur. Hal ini disampaikan Lucky Agung Binarto, Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham Jatim.

Menyikapi semakin banyaknya warga negara asing ilegal terutama Tenaga Kerja Asing (TKA) asal RRC yang masuk di wilayah Jawa Timur,  menurutnya, selama ini pihak imigrasi sendiri sudah melakukan pendataan terhadap keluar - masuknya WNA secara legal di Jawa Timur.

Meski demikian, diakui pula pihaknya juga kesulitan memantau keberadaan warga asing tersebut. "karena selama ini WNA yang masuk ke Indonesia khususnya di Jawa Timur banyak menggunakan bebas visa, namun banyak disalahgunakan oleh WNA untuk bekerja di Jatim."terangnya, pada media.

Meski saat ini sudah dibentuk Tim Pora ( Pengawasan Orang Asing ) dari Imigrasi, kepolisian dan Disnakertransduk yang bertugas mengawasi keberadaan warga asing, namun hal tersebut masih banyak keterbatasan, salah satunya  jumlah petugas dan masih adanya ego sektoral. Karena itu harus ada peran serta masyarakat dan kerjasama antara pihak terkait untuk mengawasi warga asing.

Berdasarkan data resmi Keimigrasian Jawa Timur, jumlah masuk - keluarnya WNA legal tahun 2016 tercatat sebanyak 8601 orang, terbanyak berasal dari Singapura, Malaysia dan RRC ( China ). Jumlah tersebut bisa berubah karena setiap tahunnya terus bertambah seiring banyak masuknya para investor yang mengembangkan perusahaannya. Hal tersebut yang menjadi daya tarik WNA untuk bekerja di Jawa Timur.(ed/rif)

Posting Komentar