Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Bank Indonesia serentak meluncurkan 12 pecahan uang rupiah baru. Antusiasme warga pun begitu terlihat, saat peluncuran perdana, Senin tanggal (19/12)siang tadi.

Pembaharuan desain, dan bahan uang baru ini biasanya dilakukan periode lima tahunan. Upaya itu sekaligus menekan kejahatan pemalsuan uang.

Ada 11 mata uang baru yang diluncurkan, dengan desain foto tokoh Pahlawan Nasional. 11 uang rupiah tersebut terdiri dari tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. untuk pecahan uang kertas adalah uang 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5 ribu, 2 ribu dan 1.000. sementara untuk uang logam terdiri dari pecahan 1.000, 500, 200, dan 100.

"Iya ini serentak diedarkan. Sehingga, bisa berlaku dan dikeluarkan secara resmi," terang, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Jatim, Hestu Wibowo, kepada media.

Dimunculkannya gambar 12 tokoh pahlawan ini, dikatakan Hestu sekaligus bersamaan dengan Peringatan Hari Bela Negara. 12 orang pahlawan nasional yang diabadikan sebagai gambar muka pada uang nkri desain baru tersebut antara lain,

1. Dr Ir Soekarno, Proklamator Kemerdekaan RI, Presiden Pertama RI.
2. Drs Mohammad Hatta (Proklamator Kemerdekaan RI Dan Wakil Presiden Pertama RI)
3. Ir H Djuanda Kartawidjaja (Pengukuh Kedaulatan Indonesia)
4. Letjen Tni Tb Simatupang (Pelindung Kemerdekaan Indonesia)
5. Dr Tjipto Mangunkusumo (Pendiri Tiga Serangkai)
6. Prof Dr Ir Herman Johannes (Pelindung Paripurna Indonesia)
7. Mohammad Hoesni Thamrin (Perintis Revolusi Kemerdekaan Indonesia)
8. Tjut Meutia (Pejuang Kemerdekaan Indonesia Dari Era Kolonial Belanda)
9. Mr I Gusti Ketut Pudja (Tokoh Penentu NKRI)
10. Dr GSSJ Ratulangi (Gubernur Pertama Sulawesi)
11. Frans Kaisiepo (Pahlawan Kemerdekaan Indonesia)
12. Dr Kh Idham Chalid (Guru Besar Nahdatul Ulama)

Meski uang desain baru ini telah resmi di sahkan, namun uang rupiah yang ada saat ini masih tetap akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah, sepanjang belum dicabut dan ditarik peredaranya. Masih bisa digunakan warga. (ed/rif)

Posting Komentar