Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Surabaya-Memo. Kasus penganiayaan yang dialami MIR, balita berusia 4 tahun oleh baby sitternya terus diselidiki polisi. Hari ini, polisi memeriksakan kondisi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Hasilnya, kondisi luka korban berangsur-angsur membaik dan korban juga mulai riang kembali.

Selain memeriksakan korban, rencananya polisi akan memeriksakan kejiwaan tersangka ke psikolog, terkait perilakunya yang tega menganiaya balita dengan botol minyak, hanya gara-gara korban tak mau ditidurkan.

MIR, balita berusia 4 tahun ini kembali datang ke Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jumat siang tadi. Kedatangan balita yang baru saja dianiaya baby sitternya ini, atas permintaan polisi yang akan membawa korban ke rumah sakit. Polisi ingin melihat kondisi kejiwaan korban yang mengalami down syndrome ini pasca mengalami penganiayaan kasar dari baby sitternya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, dari hasil pemeriksaan ke Rumah Sakit Bhayangkara ini, pihaknya bersyukur dengan kondisi korban yang mulai membaik.
"Tak hanya luka bekas pemukulan yang mulai membaik, tapi juga kejiwaan korban juga mulai membaik. Hal ini dilihat dari korban yang mulai riang kembali dan bisa diajak bercanda."jelas, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga pada media, Jumat (23/12).

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan yang dialami MIR ini terjadi awal Desember lalu. Ketika itu, balita berusia 4 tahun ini dianiaya oleh Rina Kustianingsih (43th) yang tak lain baby sitternya. Peristiwa ini berawal saat kedua orangtua MIR, Abdul Munif dan Sulis menitipkan korban ke Rina, lantaran sibuk bekerja.

Selama menjaga dan merawat korban, baby sitter rina ini mendapat upah Rp 1,2 juta rupiah. Namun tanpa diduga, Rina tak hanya menjaga korban tapi juga menganiaya korban. Perbuatan baby sitter ini terbongkar setelah kedua orangtua mendapat laporan dari kakak korban bahwa wajah anaknya ditemukan lebam.(ed /rif)

Posting Komentar