Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Sidoarjo-Memo. Beberapa hari terakhir ini dijalan raya Candi Sidoarjo. Sederetan truck pengangkut tebu dengan jumlah ratusan unit berjejer hampir memenuhi bahu jalan raya Candi. Antrian panjang Truk bermuatan Tebu hampir memakan bahu jalan hingga menyebabkan kemacetan sepanjang 1 km diarea pabrik gula candi, antrian panjang Truk bermuatan Tebu ini dari arah selatan sampai didepan traficlight candi depan Polsek Candi Sidoarjo.

Menurut wakil kasi umum khoiruman PG Candi Baru, saat dikonfirmasi menyampaikan " Antrian  Kemacetan yang memanjang selama 3 hari ini disebabkan karena banyaknya truck- truck liar yang mengangkut tebu dari berbagai daerah yang memasukan tebu ke PG candi Baru tidak berdasarkan surat permintaan  PG candi baru dari petani yang terkabung dalam POKJA dan bisa dikatakan penjualan banting harga ." ucap, khoiruman pada memojatim Saptu (24/11).

Khoiruman menambahkan, " Hal tersebut dilakukan karena banyaknya PG didaerah yang gulung tikar dan hanya di PG candi baru satu-satunya yang  giling diwilayah sidoarjo ini. sehingga sangat wajar daripada tebu kering maka terpaksa dijual bebas kewilayah Candi sidoarjo yang masih proses giling " tambahnya.
      
Dengan adanya banyak tutupnya PG diwilayah jatim .maka sesuai dengan surat kesepakatan disurabaya tgl.6 oktober 2016 yang ditanda tangani oleh dirut PTPN IX.X.XI dan PT Rajawali Nusantara Indonesia dengan deputy Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro dimana pada tahun 2017  pabrik gula Rejosari,
Kanigoro dan Purwodadi serta Toelangan dan Watu Tulis akan ditutup. termasuk juga pabrik gula disitubondo pabrik gula panji Olean dan Wringinanom juga tutup.

Sehingga impasnya dikwatirkan para petani akan berontak karena menyangkut akan kehidupan mereka.
Menanggapi akan adanya penutupan beberapa pabrik gula dijatim dan PG candi baru dijadikan tempat penampungan penjualan dari para petani diberbagai daerah ketua Harian APTR PTPN XI Sunardi Edi Sukamto mengatakan, " Dengan adanya penutupan pabrik gula diberbagai daerah berdampak langsung pada kehidupan petani dan jika memang pabrik gula tidak profit harusnya diperbaiki pengelolaannya dengan revitalisasi " tegas, Edi.

"Dan kami menginginkan pemerintah segera mencari jalan keluar dan menyiapkan varietas unggul yang bisa menghasilkan rendemen dan produktivitas tebu yang tinggi "imbuhnya, sambil menutup bincangnya. (NH/rif)

Posting Komentar