Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Kedua Pelaku Saat diapit Petugas, dan Barang Bukti (BB) (inzet)

Sidoarjo-Memo. Gendrang perang terhadap peredaran Narkotika di Kota Delta terus dilakukan jajaran Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sidoarjo. Kemarin tanggal (5/11), sekitar pukul 13.00 WIB, seorang warga keturunan Cina bernama Fredy Susanto alias Kok Liang harus rela meninggalkan anak istri dan cucunya, untuk menjalani hari- harinya hidup di jeruji besi rumah tahanan (rutan) Polsek Gedangan.

Kakek (62th) warga Desa Gedang Kecamatan Porong ini, diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Gedangan di jalan alteri Desa Kenongo, Porong. karena terbukti kedapatan membawa atau menyimpan narkoba Golongan I jenis sabu. Saat ditangkap, pria paruh baya ini mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang bernama Herwanto (35th) alias Ambon, warga Dusun Kemirihan Desa Tejowangi Kecamatan Purwosari, Pasuruan.

Apes bagi Kok Liang sebelum bisa menikmati barang haram tersebut kini sudah ditangkap Polisi berserta barang bukti berupa 1 kantung plastik berisi sabu seberat 0,19 gram, yang ditemukan di saku celana tersangka. Namun, upaya Polisi tidak berhenti di situ saja. Dengan tertangkapnya Kok Liang, petugas masih memiliki ide lebih cerdik lagi. Yakni mengembangkan kasus tersebut dengan cara memancing Ambon agar keluar dari sarangnya. Tak berselang lama, Ambon mendadak muncul yang selanjutnya dilakukan penangkapan. Meski tidak ada barang bukti berupa sabu, saat upaya penangkapan terhadap Ambon. Tapi, petugas mendapati sebuah handphone dari tangan tersangka, yang di dalamnya berisi pesan SMS tentang transaksi pemesanan sabu.

Menariknya, waktu ditangkap Ambon mengaku sebagai orang suruhan dari seseorang berinisial Y. Kemudian Ambon dan Kok Liang dibawa ke Mapolsek Gedangan, guna proses hukum lebih lanjut. Sedangkan Y, masih diburu petugas dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kanit Reskrim Polsek Gedangan, IPDA Supratman mendampingi Kompol Sutresno membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka ini berawal dari laporan masyarakat. Kemudian dilakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas mengamankan Kok Liang. Setelah itu dikembangkan lagi dan berhasil menangkap Ambon yang diduga kuat sebagai kurir dari barang haram tersebut.

"Saat ini, kedua tersangka sudah kita amankan berserta berikut barang buktinya, untuk proses hukum lebih lanjut" ujarnya, Rabu (23/11).

Kanit Reskrim yang berpenampilan Low Profil ini menambahkan, akan mendalami kasus kedua pelaku untuk memancing Bandar Gede (Bede) keluar.

"Tersangka terancam dijerat Pasal 112 ayat 1 dan atau pasal 114 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan kurungan maksimal 12 tahun penjara," tegasnya.

Dari tangan mereka, Polisi menyita beberapa barang bukti. Diantaranya, 1 kantung plstik berisi sabu seberat 0,19 gram, 1 unit sepeda motor Honda Vario nopol N 3528 TCQ, serta 1 buah handphone milik tersangka A, yang berisi pesan SMS transaksi sabu. Untuk tersangka Y, hingga kini masih diburu petugas. (kmd/rif)

Posting Komentar