Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : saat petugas melakukan pengeledahan diruang Rahmad Satria

Surabaya-Memo. Direktur Operasi dan Pengembangan PT Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rahmad Satria, diamankan Satgas Dwelling Time gabungan antara Satgas Saber Pungli Mabes Polri, Polda Jawa Timur dan Satgas Saber Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) dalam kasus pungli di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dari Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan mantan Direktur Terminal Petikemas Surabaya (TPS ) ini berawal dari penangkapan Direktur PT Ankara berinisial AH se Minggu yang lalu. Sedangkan Selasa (01/11) siang, Rahmad Satria ditangkap Satgas dwelling Time gabungan antara Satgas Saber Pungli Mabes Polri, Polda Jawa Timur dan Satgas Saber Polres Pelabuhan Tanjung Perak di kantornya dengan barang bukti beberapa dokumen aliran dana yang masuk.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, "Petugas mengamankan salah satu Direktur Pelindo III, terkait kasus pungli Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Perak," terangnya kepada memojatim Selasa (01/11)

Takdir menambahkan, dugaan pungli tersebut terjadi ketika pada proses pemeriksaan kontainer yang masuk di Terminal Petikemas Surabaya. Dimana, ada beberapa kontainer milik Importir yang tidak diperiksa oleh PT Ankara selaku petugas pemeriksaan dan yang melakukan bongkar muat ini melakukan pungli

"Dugaan pungli tersebut terjadi, kontainer milik importir yang tidak diperiksa oleh PT Ankara selaku petugas pemeriksaan dengan syarat setiap kontainer harus membayar Rp 500 ribu rupiah sampai Rp 2 juta rupiah perkontainernya," ungkap, Takdir.

Oleh PT Ankara, lanjut Takdir, uang hasil pungutan tersebut kemudian disetorkan kepada Dirut Operasional PT Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Dari hasil pungutan itu, mereka mendapatkan Rp 5 sampai Rp 6 milliar rupiah selama setiap bulannya,"papar,mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini.

Menurut Takdir, praktek pungli ini sebenarnya sudah lama yakni sejak 2004, sejak Rahmad Satri menjabat sebagai Direktur PT. TPS Surabaya. Dan PT. Ankara ini juga ada kaitanya dengan pihak Karantina yang melakukan pemeriksaan terhadap kontainer-kontainer impor hortikultura.

"Kami masih mendalaminya," tambahnya.

Pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Tanjung Perak Surabaya. Dimana petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. "Namun tidak menutup kemungkinan bahwa dalam kasus ini akan ada tersangka lain,"ucapnya, sambil mengakhiri bincangnya pada media.

Dari Informasi yang dihimpun dilapangan, hubungan antara PT. Ankara dengan Rahmas Satria ini cukup lama, sebelum Rahmat Satria menjabat Direktur PT. TPS, bahkan diduga yang memasukan PT. Ankara ini kedalam perusahaan bongkar muat dan pemeriksaan barang impor ini adalah Rahmad Satria saat menjadi Direktur PT. TPS. (ded)

Posting Komentar