Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : kedua pelaku diapit petugas di Polrestabes Surabaya

Surabaya-Memo. Ulah bejat kedua Juru Parkir (Jukir)di Dupak Grosir ini sungguh tidak dapat ditiru pasalnya, kedua jukir ini telah mencabuli anak dibawa umur selain itu korban juga mempuanyai keterbelakangan mental. Ulah bejat kedua pelaku ini terbongkar karena kepergok warga yakni tetangga korban saat itu digagahi di Pos Satpam pada saat situasi sepi. lantas ulah nakal Jukir ini diadukan ke pihak keluarga korban yang lantas dilaporkan ke Pokrestabes Surabaya, kini keduanya ditangkap Unit Perlindungan anak dan perempuan (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, anak bernasib malang ini sebut saja Bunga (13th)kini dimintai keterangannya, dan Kedua Jukir nakal ini yakni, SM (22th) asal Bangkalan dan MS (24th) tinggal di Jalan Bulak Banteng Surabaya juga berhasil ditangkap tanpa perlawanan.

Ulah kedua tersangka ini, memanfaatkan kondisi bunga yang menderita keterbelakangan mental. Sedangkan kasus ini terbongkar, ketika salah satu warga ada yang memergoki, SM tengah mencabuli korban. "Kejahatan tersebut dilaporkan ke keluarga korban," terang, Kompol Bayu Indra Wiguno, Wakasat Reskrim, Kamis (3/11) pada memojatim.

Meski memiliki keterbelakangan mental, korban mampu menjelaskan dan dirinya hafal betul wajah orang yang mencabulinya. Selanjutnya kasus ini dilaporkan ke polisi, dan petugas segera menangkap tersangka. " Kedua tersangka mengakui perbuatannya," lanjut, Bayu.

Dalam penyidikan, Kedua tersangka mengakui jika selama ini mereka berani melakukan, karena memanfaatkan kelainan yang dimiliki oleh korban. Sebab korban sangat mudah dibujuk, dan diiming-imingi sesuatu. Sedangkan saat itu korban diberi uang Rp 15 ribu, oleh kedua tersangka setelah menyetubuhinya.

,"saya kasih uang Rp.15 ribu lalu saya setubui di Pos Satpam."akunya, saat ditanyai.

Atas perbuatanya kini kedua pelaku terancam dengan pasal 35 Tahun 2014 KUHP tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan paling ringan 5 tahun dan paling berat 15 tahun penjara. (ded/rif)

Posting Komentar