Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Kapolsek Wonokromo Kompol Arisandi dan pelaku beserta (BB)yang berhasil diamankan

Surabaya-Memo. Kegiatan Cipta Kondisi Polsek Wonokromo amankan pemuda membawa Sejata Tajam (Ssjam). Dalam kegiatan razia yang digelar di Jalan Joyoboyo ini, polisi berhasil mengamankan dua bilah senjata tajam jenis pisau dari seorang pemuda asal Bangkalan Madura, Jumat (4/11).

Berdali karena trauma setelah menjadi korban perampasan, lelaki berinisial FS (21th) asal Dusun Gundul Desa Soket Laok Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan Madura ini setiap berpergian selalu membawa senjata tajam yang diselip dibalik bajunya.

Namun akibat suka membawa sajam membuat pemuda yang tinggal di Jalan Banyu Urip Kidul Gg.9 Surabaya ini terpaksa diamankan oleh Unit Crime Hunter Polsek Wonokromo Surabaya saat terjaring razia cipta kondisi.

FS tidak bisa mengelak saat digeledah ditemukan benda tajam itu dari balik bajunya, bukan hanya itu didalam tas warna Coklat juga ditemukan sajam jenis pisau penghabisan. Dari keterangan tersangka FS, dirinya pernah sempat akan dibegal dan senjata tajam ini digunakan untuk menjaga diri karena trauma.

"Dulu sempat hampir kena begal Pak, jadi ini untuk jaga diri,"dalihnya, pada petugas.

Kapolsek Wonokromo, Kompol Arisandi menyampaikan, penangkapan terhadap tersangka FS itu bermula saat anggota Polsek Wonokromo melakukan Giat cipta kondisi di Jl.Joyoboyo sekitar pukul 23.40 WIB.

Saat digeledah tersangka FS kedapatan membawa dua buah senjata tajam jenis pisau yang dimasukkan dalam sebuah tas selempang warna coklat dan satu diselipkan dipinggang.

"Diamankannya yang bersangkutan adalah upaya dari pihak Kepolisian untuk mengantisipasi tindak kejahatan. Pengakuan pelaku sajam tersebut untuk jaga diri."terang, Kompol Arisandi.

Arisandi menambahkan, meski belum digunakan untuk tindak kejahatan, sajam tersebut bisa berbahaya atau mengancam jiwa orang lain jika seseorang dibiarkan secara leluasa membawa benda tajam.

Dalam penyelidikan memang tersangka belum pernah melakukan tindak pidana. namun dirinya tetap harus mendekam dalam jeruji besi penjara Polsek Wonokromo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Akibatnya pelaku terancam hukuman penjara selama lamanya 10 tahun karena melanggar pasal 2 ayat (2) UU Darurat no.12 tahun 1951 tentang senjata tajam. (al/rif)

Posting Komentar