Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : saat api melalap Pasar Porong

Sidoarjo-Memo. Pasar Baru Porong yang terbakar pada Selasa (8/11) sore baru bisa dipadamkan sekitar pukul 21.30. Dari data yang didapat dari Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pasar Porong sekitar lima blok yang ludes terbakar akibat kejadian tersebut. Dengan total 700 stand milik 420 pedagang dengan luas area yang terbakar sekitar 3.560 meter persegi.

Rabu (9/11) sekitar pukul 09.00,  labfor Polda Jatim datang ke lokasi kebakaran untuk melihat satu persatu bekas kebakaran. Tim tersebut memeriksa salah satu stand yang terbakar dan letaknyatidak jauh dari ponten umum. Dalam penyelidikan tersebut, nampak beberapa benda berhasil dikumpulkan dan dibawa untuk dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.

"Pihak labfor masih melakukan penyelidikan. Untuk sementara ini belum tahu penyebab pastinya dan kami tidak bisa menduga-duga. Hanya saja barang bukti yang dikumpulkan salah satunya ialah sisa-sisa komponen meteran dari salah satu stand,"terang, Kapolsek Porong Kompol Hery Mulyono pada memojatim.

Ia menambahkan, pemeriksaan penyebab kebakaran terfokus di stand Loss E Blok 1 toko gerabah. Pemeriksaan tim labfor toko ini yang diduga menjadi awal munculnya sumber api. Tidak hanya sisi tersebut saja, namun pemeriksaan juga dilakukan di trafo listrik di lokasi tersebut.

 Kompol Hery mengatakan, penyelidikan masih sebatas pemeriksaan sebab-sebab kebakaran. Ada indikasi jika kebakaran tersebut disebabkan sambung listrik yang tidak resmi. Pihak kepolisian sendiri sudah meminta bantuan pada PT PLN untuk memeriksa kemungkinan tersebut.

"Ketentuannya, UPTD pasar yang melakukan pemasangan instalasi listrik. Namun, kenyataannya ditemukan beberapa instalasi ke stand atau kios yang tidak sesuai dengan data di UPTD Pasar Porong. Kemungkinan pemasangan dilakukan oleh instalatir yang dibawa oleh pedagang sendiri tanpa koordinasi,"ungkapnya. Sampai berita ini diturunkan kejadian kebakaran Pasar Porong masih dalam penyelidikan petugas. (kmd/rif)

Posting Komentar