Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto: Ilustrasi

Sidoarjo- Memo. Mendung duka begitu terasa saat memasuki halaman rumah Kasiyani. Sebab, perempuan yang tinggal di Perumahan Candi Mas Regency, Ngampelsari, Candi, itu baru saja ditinggal suaminya, Achmad Zainuri. Pria 45 tahun tersebut meregang nyawa karena tersengat aliran listrik di rumahnya, Jumat malam (7/10).

"Ibu masih berduka. Jadi, belum bisa dimintai keterangan," kata Riko Ferdianto (20) anak korban, kemarin (8/10).

Dia menjelaskan, kejadian yang menimpa bapaknya terjadi sekitar pukul 17.30. Saat itu, Zainuri hendak membantu tukang yang sedang merenovasi rumah. "Gak ada firasat, semuanya normal seperti biasa. Sudah satu bulan terakhir rumah ini direnovasi. Mau ditingkat, lantai dua digunakan untuk menjemur pakaian," ungkapnya.

Zainuri mempekerjakan enam orang untuk merenovasi rumahnya. Setiap hari, dia memantau pekerjaan yang dilakukan tukang dan kuli bangunan.

"Bapak kemarin tiga kali naik ke atas untuk melihat. Waktu kejadian tidak memakai alas kaki," terang putra tunggal Zainuri (almarhum, red)

Nah, saat pemantauan terakhir kali itulah korban ingin membantu pekerjaan tukang. Saat itu, tukang yang dipekerjakan sedang memperbaiki aliran listrik rumah. Zainuri berinisiatif menarik kabel yang melilit. "Sebelumnya sudah diingatkan pekerja, listriknya sudah dimatikan belum. Namun, korban menjawab sudah," lanjut Kades Ngampelsari Suheri.

Benar saja, kekhawatiran pekerja terjadi beberapa detik kemudian. Begitu tangan Zainuri memegang kabel, dia langsung tersengat aliran listrik. "Saksi mendengar suara kesakitan dan melihat korban terjatuh dengan memegangi kabel," tuturnya.

Enam orang pekerja kemudian berusaha memberikan pertolongan. Mereka mematikan aliran listrik dan melepas kabel yang dipegang korban. Nahas, Zainuri diketahui sudah tewas.

"Warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi," ujar Suheri. Sedangkan beberapa warga yang lain lantas melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Candi.

Selang kemudian, petugas mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengevakuasi jenazah korban ke RS Pusdik Gasum Porong. Selain itu, juga meminta keterangan para saksi mata. Setelah melakukan visum, korban diserahkan kepada pihak keluarga.

"Dimakamkan di Asemrowo, Surabaya tadi jam 08.00. Orang tua korban tinggal disana," kata Suheri.

Kanitreskrim Polsek Candi Ipda Isbahar Buamona menambahkan, dari hasil visum ditemukan luka di bagian tangan kanan korban. Luka tersebut diduga berasal dari aliran listrik yang menyengat tubuhnya. Saat ini, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan apakah peristiwa itu mengandung unsur kelalaian. "Masih didalami, lokasi kejadian sudah kami pasangi police line untuk kepentingan penyelidikan," tandasnya. (kmd/rif)

Posting Komentar