Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Sidoarjo-Memo. Puluhan Warga Desa Suruh Kecamatan Sukodono,tuntut kompensasi dipengembang Tower Saluler milik PT Protelindo .pasalnya tower yang berdiri sekitar tahun 2008 ini habis kontraknya.warga yang terdampak protes meminta Kepala Desa Suruh memediasi ke PT Protelindo untuk membongkar Tower yang berdiri di RT 01 RW 01 tersebut.

Dalam aksinya warga menyegel Tower yang berdiri di atas lahan dengan ukuran 10X10 ini. Mereka menuntut agar tower yang sudah habis izinnya dibongkar lantaran mereka waswas tower setinggi 45 meter akan roboh saat hujan disertai angin.

Mereka memasang poster berisi tuntutan untuk pembongkaran tower pada pagar besi yang mengelilingi tower tersebut. Poster itu ditulis dengan tinta hitam dan merah. Semula mereka sempat mau nekat untuk merobohkan secara paksa tower itu, namun aksi itu bisa dibatalkan setelah pihak Kepala Desa dan Camat Sukodono yang di bantu Kapolsek Sukodono.

Mediasi antara Warga di Kantor Desa Suruh  yang di hadiri Kades Suruh Ismany,Camat Sukodono Ainurrohman,Kapolsek Sukodono AKP Subadri, sedang dari pihak PT Protelindo diwakili oleh Arya.

Setelah dilakukan mediasi warga menuntut pengembang terkait kompensasi bagi warga yang terdampak Tower sebanyak 34 kepala keluarga,awalnya warga Suruh  menuntut kompensasi sekitar 5 juta.namun pengembang menyetujui sebesar 3 juta.bagi warga yang terdampak.   

Menurut Jainul dan Hadi Wiyono warga yang terdampak mengatakan,berawal tower yang berdiri sekitar tahun 2008 ini habis masa kontraknya,dan warga merayasa dibohongi oleh pemilik Tower akhirnya warga desa Suruh memasang Spanduk bertulisan Robohkan Tower.
"selama berdiri Tower , pengembang tidak pernah memberikan jaminan kesehatan bagi warga yang terdampak,hanya tower saja yang mendapat asuransi bukan warga.''Kata Jainul.

Dari hasil mediasi pihak PT masih akan melakukan kordinasi atas tuntutan warga. (yud/rif)

Posting Komentar